UNS – Impian berbanding lurus dengan usaha untuk mencapainya. Jika usahanya baik, maka hasilnya pun akan baik. Tekun, berani mencoba, dan bertawakal kepada sang pencipta kemudian mampu menghantarkan Aiman Hilmi Asaduddin, mahasiswa Pendidikan Dokter 2017 untuk meraih salah satu impiannya, menjadi mahasiswa berprestasi (Mawapres) utama Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tahun 2019 dan menghantarkannya untuk melenggang ke Mawapres Nasional.
Untuk sampai ke tahap tersebut, ada beberapa proses yang harus dilewati, diantaranya seleksi di tingkat program studi, fakultas dan universitas. Dalam rangkaian seleksi tersebut Aiman harus menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah (KTI), wawancara bahasa Inggris dan menunjukan bukti prestasi.
Aiman menuturkan, Ia mengetahui ajang pemilihan mahasiswa beprestasi (Pilmapres) melalui salah satu seniornya di kampus, Putu Gede Oka yang menjadi Mawapres Diploma UNS tahun 2014. Sejak saat itu, ia termotivasi untuk terus berprestasi dan mempersiapkan diri untuk mendaftar Mawapres.
Laki-laki kelahiran Yogyakarta, 23 Juli 1999 ini mulai mendaftarkan diri dalam ajang Pilmapres sejak tahun lalu. Ia berhasil meraih predikat juara 2 Mawapres Fakultas Kedokteran, tetapi tidak sampai ke Pilmapres tingkat universitas. Meski belum berhasil, bukan berarti patah semangat, Ia justru menjadikan kegagalannya di tahun pertama sebagai lecutan untuk lebih berprestasi dan kembali mendaftarkan diri di ajang Pilmapres tahun 2019.
“Karyaku sederhana dan simpel, yakni dengan memanfaatkan potensi pengembangan kandungan antibodi Immunoglobin Y (IgY) telur ayam untuk mengatasi penyakit infeksi,” kata Aiman terkait karya tulisnya sebagai syarat seleksi Pilmapres.
Ia menjelaskan, berawal dari tingginya resiko perkembangan penyakit dan tingginya kasus penyalahgunaan antibiotik yang justru membuat mikroba bersifat resisten, melatarbelakanginya membuat karya bernama IMMUNEO (Immunoglobulin-Y Enriched Chicken Egg Oil) yang berfungsi sebagai suplemen imunostimulator serta antimikroba untuk mengatasi penyakit infeksi. IMMUNEO merupakan pengembangan produk rekayasa Immunoglobulin-Y (IgY) pada telur ayam yang terbagi menjadi dua bentuk, produk umum (General – IMMUNEO) dan spesifik (Spesific IMMUNEO) yang berbeda pada tahap awal persiapan dan cara penggunaannya.
General IMMUNEO berfungsi sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan respon makrofag terhadap patogen asing. Sedangkan, Spesific – IMMUNEO berperan sebagai ajuvan untuk memperkuat respon obat antibiotik.
“IMMUNEO ini dibuat dari telur ayam tipe leghorn yang diberi pakan ransum berbahan dasar Camelina dan Biji Rami yang terbukti mampu meningkatkan kadar IgY dalam telur ayam. Kuning telur ayam dipisah dari putih telur untuk dipanaskan supaya tidak terjadi enkapsulasi liposom agar IgY mampu bertahan terhadap asam lambung,” ujar Aiman.
Aiman berharap, dengan produknya tersebut dapat membantu pengembangan produk pertanian dan dapat menjadi solusi atas penyakit di Indonesia. HUMAS UNS/ ISNA


















