Berita Terkini

UNS dan HPI Kupas Eksistensi Profesi Penerjemah dan Penjurubahasa

By 15 April 2019 No Comments

UNS – Memasuki era disrupsi, banyak profesi di Indonesia yang mulai tergantikan dengan pemanfaatan teknologi. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan Himpunan Penerjemahan Indonesia (HPI)  gelar Semiloka dan Pelatihan Terjemahan dan Penjurubahasaan. Kegiatan berlangsung pada 13 dan 14 April 2019 di UNS Inn.

Semiloka dan pelatihan bagi penerjemah dan penjurubahasa ini mengangkat tema “Jasa Bahasa Kini dan ke Depannya: Suara Orang-Orang Industri”. Pembicara utama semiloka adalah Wakil Ketua Umum HPI, Indra Listyo, dan Sekretaris Umum HPI, Anna Wiksmadhara. Selain semiloka dan pelatihan, UNS dan HPI juga menandatangai nota kerja sama.

“Banyak pekerjaan yang hilang di era disrupsi  teknologi. Apabila kita tidak siap, maka kita akan menghilang. Bahasa berbeda dengan pengetahuan prosedural sehingga artificial technology belum bisa menangkap konteksitas kebahasaan, contohnya membedakan -ing untuk gerund atau continuous. Meski demikian, kemajuan zaman ini menjadi alert bagi kita untuk meningkatkan kinerja,” ujar Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNS, Riyadi Santosa.

Selanjutnya, pembicara utama pertama, Indra Listyo, memaparkan tentang HPI sebagai organisasi profesional bagi penerjemah dan penjurubahasa yang berada di bawah Fédération Internationale des Traducteurs (FIT). Wakil Ketua Umum HPI ini juga mengenalkan Tes Sertifikasi Nasional (TSN) bagi para anggota HPI yang telah diakui secara internasional.

“Penerjemah itu tidak hanya bekerja menerjemahkan buku. Peraturan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia bagi perusahaan atau instansi menjadi peluang bagi penerjemah, di antaranya kontrak dengan pemerintah, laporan keuangan, dan perjanjian. Penerjemah tidak hanya menerjemahkan soal bahasanya saja, tetapi juga harus sesuai kontennya,” jelas Anna Wiksmadhara, Sekretaris Umum HPI.

Materi semiloka ini selanjutnya dibahas oleh pembicara sesi fokus. Hari berikutnya (14/4/2019), acara dilanjutkan dengan pelatihan penjurubahasaan oleh Inanti P. Diran yang membahas mengenai interpreter simultan. Humas UNS/Zulfahmirda

Leave a Reply