BEM FKIP UNS Hadirkan Santri Festival di Desa Paluhombo, Sukoharjo sebagai Wadah Kreasi dan Pendidikan Islami Anak TPA

BEM FKIP UNS Hadirkan Santri Festival di Desa Paluhombo, Sukoharjo sebagai Wadah Kreasi dan Pendidikan Islami Anak TPA

UNS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Kementerian Pengembangan Desa Mitra menyelenggarakan kegiatan Santri Festival (SANFEST) di Desa Paluhombo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo.

Bertempat di Balai Desa Paluhombo, kegiatan ini mengusung tema “Bersinar dalam Iman, Berkreasi dalam Kebaikan”. Festival yang diadakan pada Minggu (10/8/2025) ini sebagai wujud dukungan mahasiswa terhadap pendidikan agama dan pengembangan potensi generasi muda di Paluhombo. Dengan melibatkan anak-anak TPA setempat, acara ini menjadi sarana untuk mengasah keterampilan, menumbuhkan semangat berkompetisi, dan mempererat ukhuwah di lingkungan desa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Paluhombo, Juwanti, serta seluruh warga, termasuk para ustaz dan ustazah TPA di Paluhombo. Mereka menyambut baik inisiatif BEM FKIP UNS karena dinilai mampu menghadirkan suasana baru yang bermanfaat bagi santri.

“Terima kasih sudah mengadakan acara Santri Festival. Kemarin banyak anak-anak yang dapat juara. Berkah untuk semuanya,” ujar Ustaz Saiful Amri.

Ketua Tim, Risti Alifah, menyampaikan bahwa Santri Festival dihadirkan khusus untuk anak-anak TPA di Desa Paluhombo dengan tujuan memberi mereka ruang mengekspresikan minat, bakat, dan keterampilan, serta berinteraksi dengan teman sebaya. “Kami ingin anak-anak santri belajar ilmu agama, percaya diri untuk tampil, dan berkarya dalam suasana penuh kebersamaan,” jelas Risti kepada uns.ac.id, Rabu (3/9/2025).

Rangkaian kegiatan SANFEST 2025 diisi dengan berbagai lomba bernuansa Islami. Pertama, lomba mewarnai kaligrafi yang dirancang untuk anak-anak supaya dapat mengungkapkan imajinasi melalui seni, dengan mengeksplorasi warna dan mengasah keterampilan tangan mereka. Kedua, lomba hafalan doa yang mendorong santri dalam menghafal dan memahami doa-doa dalam kehidupan sehari-hari serta memaknai penggunaannya dalam kehidupan. Ketiga, lomba adzan yang melatih anak-anak mengumandangkan adzan dengan suara lantang, jelas, dan merdu. Keempat, lomba sambung ayat Al-Qur’an untuk mengasah hafalan serta pemahaman santri, di mana peserta diminta melanjutkan bacaan ayat yang dibacakan sebagian oleh juri. Lomba ini tidak hanya memperkuat hafalan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.

Selain perlombaan, panitia menghadirkan hiburan berupa pendongeng yang menyampaikan kisah penuh nilai moral, yaitu kisah Nabi Yunus Alaihissalam. Kehadiran pendongeng membuat suasana semakin hidup, menghadirkan keceriaan sekaligus memberikan inspirasi kepada anak-anak.

Kehadiran 50 anak TPA dalam berbagai lomba tersebut menunjukkan antusiasme dan keaktifan mereka. Suasana balai desa dipenuhi keceriaan anak-anak yang bersemangat menampilkan kemampuan terbaiknya. Orang tua dan warga setempat turut hadir memberikan dukungan moral, sehingga suasana festival semakin hangat. Kehangatan interaksi antarwarga, mahasiswa, dan anak-anak menjadi nilai tambah dalam kegiatan ini.

Menurut Risti, kegiatan seperti ini sangat penting karena dapat menumbuhkan sikap kompetitif positif sekaligus membentuk generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia. “Dengan adanya SANFEST, kami berharap anak-anak TPA dapat menunjukkan bakat dan potensi mereka dalam ajang perlombaan. Lebih dari itu, kami ingin festival ini menjadi pengalaman yang berkesan sehingga memotivasi mereka untuk terus belajar dan berbuat kebaikan,” tambah Risti.

Acara SANFEST 2025 yang berhasil berjalan dengan lancar tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Kegiatan ini disponsori oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNS, Lazis Jateng, KPRI UNS, Solo Peduli, Cokro, Burjo Point, dan FC Mulia. Para sponsor membuktikan bahwa mereka peduli terhadap pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak santri.

Melalui kegiatan ini, BEM FKIP UNS 2025 menunjukkan komitmen untuk terus menghadirkan program yang berkontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, dan pengembangan potensi desa.

Dengan semangat kolaborasi, SANFEST 2025 di Desa Paluhombo menjadi cikal bakal program yang mendorong anak-anak santri untuk terus bersinar dalam iman dan berkreasi dalam kebaikan. HUMAS UNS