UNS — Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, melalui Food Engineering Research Group Program Studi (Prodi) Ilmu dan Teknologi Pangan, mendukung pelaksanaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghadirkan inovasi pangan fungsional yang kreatif dan bernilai gizi tinggi. Inovasi ini diwujudkan melalui pelatihan pembuatan es krim berbahan dasar minuman rempah (jamu), yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat dan melibatkan siswa-siswi dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panularan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, yang merupakan salah satu penerima manfaat program MBG. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak pada pangan khas Indonesia yang diolah secara modern, sehat, dan tetap sesuai dengan selera anak-anak masa kini.
Es Krim Jamu: Inovasi Menu Bergizi yang Menyenangkan
Es krim dikenal luas sebagai makanan favorit anak-anak. Namun, es krim konvensional umumnya mengandung kadar kalori dan lemak tinggi. Oleh karena itu, tim peneliti FP UNS melihat peluang untuk menjadikan es krim sebagai media edukasi dan konsumsi pangan sehat dengan mengombinasikannya dengan minuman rempah tradisional Indonesia, seperti jamu yang kaya akan antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi.
“Jamu adalah warisan budaya dengan manfaat kesehatan luar biasa. Namun, banyak anak-anak kurang menyukai aroma dan rasa jamu dalam bentuk aslinya. Melalui inovasi es krim jamu ini, kami ingin menjembatani manfaat kesehatan jamu dengan selera anak-anak,” jelas Bara Yudhistira, S.T.P., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Food Engineering Research Group.

Antusiasme Siswa dan Potensi Inovasi Menu MBG
Selama pelatihan, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan es krim, mulai dari pencampuran bahan, proses pendinginan, hingga mencicipi hasil akhir. Respon positif terlihat dari banyaknya siswa yang menikmati es krim jamu tanpa merasa terganggu oleh rasa khas rempah-rempah. Kegiatan ini membuktikan bahwa jamu dapat diterima dengan baik oleh anak-anak bila disajikan dalam bentuk yang menarik.
Inovasi ini menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan untuk variasi menu MBG yang tidak hanya lezat, tetapi juga bergizi dan mengandung nilai kearifan lokal.
Mendorong Ketahanan Pangan Berbasis Budaya Lokal
Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Namun, tantangan dalam penyajian menu yang bervariasi dan sesuai selera anak menjadi perhatian utama. Melalui pendekatan inovatif berbasis pangan fungsional seperti es krim jamu, FP UNS berkontribusi dalam menyediakan solusi berbasis riset dan budaya lokal.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berdampak pada preferensi makanan anak-anak, tapi juga membentuk kebiasaan konsumsi pangan fungsional yang mendukung kesehatan jangka panjang,” tambah Bara Yudhistira.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret UNS dalam menjawab tantangan pangan nasional melalui pendekatan edukatif dan inovatif, sekaligus melestarikan kekayaan rempah dan jamu Indonesia dalam format yang lebih diterima oleh generasi muda. HUMAS UNS


















