Fakultas Psikologi UNS Gelar Seminar Internasional “Human Flourishing” menghadirkan Profesor Harvard University

Fakultas Psikologi UNS Gelar Seminar Internasional "Human Flourishing” menghadirkan Profesor Harvard University

UNSFakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Human Flourishing and the Global Flourishing Study” pada Rabu malam (30/7/2025). Seminar yang berlangsung secara daring ini diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan seperti dosen, mahasiswa, jurnalis, pegiat NGO, Aparatur Sipil Negara (ASN), pengambil kebijakan, dan masyarakat umum yang peduli pada isu kesejahteraan manusia dan kebijakan publik.

Seminar ini menghadirkan pembicara internasional, yaitu Prof. Tyler VanderWeele, Ph.D., peneliti utama Global Flourishing Study dari Harvard University, serta dua pembicara nasional, Dr. Nisa Felicia (Executive Director PSPK) dan Dr. Ayu Okvitawanli (peneliti psikologi lintas budaya dari UNS).

Dalam paparannya, Prof. Vander Weele menekankan pentingnya menjadikan human flourishing sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan, melengkapi kebijakan pembangunan ekonomi yang bersifat material. Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan yang berlebihan pada aspek material dapat menyebabkan penurunan kebahagiaan individu secara menyeluruh, sebagaimana tercermin dalam indeks flourishing di sejumlah negara maju seperti Jepang, Turki, Australia, Inggris, dan Swedia.

Sementara itu, Dr. Nisa Felicia menyampaikan bahwa hasil penelitian Harvard ini merupakan pengingat penting bagi dunia pendidikan, khususnya di Indonesia. Ia menyoroti bahwa pendidikan selama ini sering terlalu berorientasi pada keberhasilan ekonomi semata, seperti yang direpresentasikan indeks PISA, sementara aspek human flourishing cenderung terabaikan. Oleh karena itu, Dr. Nisa menyerukan perlunya pendekatan holistik dalam pendidikan yang tidak hanya menargetkan kesuksesan material, tetapi juga pertumbuhan menyeluruh individu.

Dalam konteks Indonesia, Dr. Ayu Okvitawanli menjelaskan tingginya indeks human flourishing menunjukkan bahwa sistem keyakinan dan tradisi budaya kolektivis Indonesia berperan sebagai buffer dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ia menegaskan pentingnya memformulasikan strategi yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi tanpa harus mengorbankan aspek human flourishing yang telah berakar dalam budaya Indonesia.

Ketua Panitia Seminar, Dr. Moh Abdul Hakim, menambahkan bahwa Global Flourishing Study yang dipimpin Prof. VanderWeele adalah riset terdepan dalam ilmu sosial saat ini. Ia menekankan bahwa hasil penelitian ini merupakan pengingat penting bahwa aspek spiritual seperti human flourishing juga memiliki dampak serius terhadap kesehatan mental dan fisik, termasuk risiko depresi, kecenderungan bunuh diri, hingga angka harapan hidup.

“Seminar ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Fakultas Psikologi UNS dalam mendorong riset ilmu sosial yang berkualitas dan berdampak di Indonesia. Kehadiran Prof. VanderWeele diharapkan dapat menginspirasi berbagai terobosan baru dalam bidang psikologi,” tutup Dr. Hakim. HUMAS UNS