UNS – Lebih dari seratus karya seni mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dipamerkan dalam gelaran Titik Awal 12. Pameran yang digelar oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Seni Rupa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (25/4/2025) hingga Minggu (27/4/2025), dan berlokasi di Galeri Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo.
Pameran yang telah menjadi agenda tahunan Prodi Seni Rupa FSRD sejak 2012 ini menghadirkan karya-karya perdana mahasiswa angkatan 2023. Mengangkat tema Titik Awal, acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya seni hasil tugas perkuliahan maupun eksplorasi personal mereka.
Co-Kurator pameran sekaligus Kepala Prodi Seni Rupa FSRD UNS, Dr. Sigit Purnomo Adi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya. Titik Awal juga menjadi langkah awal mahasiswa dalam memasuki dunia seni rupa secara profesional.
“Pameran ini dilakukan oleh mahasiswa Prodi Seni Rupa FSRD UNS yang notabene mahasiswa semester awal. Dengan nama Titik Awal, pameran ini menjadi langkah awal mereka dalam berkarya,” terang Sigit pada Minggu (27/4/2025).
Lebih dari 100 karya dipajang dalam pameran ini, mulai dari sketsa, ornamentik Indonesia, nirmana dwimatra, hingga karya studio seperti lukisan, grafis, keramik, dan patung. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati karya-karya instalasi seni (installation art) yang disesuaikan dengan tema pameran.
Dr. Sigit menambahkan, proses persiapan pameran ini telah dilakukan sejak satu tahun terakhir, mencakup perancangan konsep, seleksi karya, hingga penyusunan katalog. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk apresiasi terhadap proses kreatif mahasiswa baru.
“Pameran ini menunjukkan karya-karya awal mahasiswa semester awal, sekaligus menjadi ruang belajar tentang bagaimana menyusun, mengatur, dan memamerkan karya kepada publik,” pungkasnya.
Salah satu karya yang banyak menyita perhatian pengunjung adalah lukisan berjudul “She” karya Sekar Nurbayyinah. Lukisan tersebut menggunakan media kanvas dan menampilkan sosok kerangka manusia tampak samping yang menghadap ke sebuah cermin besar dengan bingkai emas pecah.


Cermin tersebut memantulkan pecahan-pecahan abstrak berwarna putih dan oranye kekuningan, memberikan kesan fragmentasi memori. Latar lukisan yang gelap mempertegas interaksi antara kerangka dan pantulan di cermin. Dalam katalog pameran, Sekar menjelaskan bahwa karyanya merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri atas kemampuan bertahan dan melangkah sejauh ini.
“Kerangka melambangkan inti diri, cermin adalah kenangan masa lalu yang mungkin menyakitkan. Namun, keberadaannya tetap harus diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup,” ujarnya.
Pameran ini mendapat sambutan positif dari pengunjung maupun para dosen pembimbing. Selain sebagai sarana akademik, Titik Awal 12 diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas di dunia seni rupa.
Ide pameran yang telah dilangsungkan secara rutin menunjukkan komitmen UNS untuk meraih SDGs keempat, yaitu Pendidikan yang Berkualitas. Melalui pameran ini, mahasiswa dilatih untuk mengenali dunia seni, tidak hanya dalam kerangka teoretik, tetapi juga tataran praktik.
Humas UNS



















