UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Nazwa Adinda meraih penghargaan dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang atas rancangan inovasinya mengenai tata ruang Kota Semarang. Dirinya berhasil menduduki peringkat dua dalam kompetisi yang diadakan untuk memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tersebut.
“Sejujurnya saya tidak menyangka sama sekali dengan perolehan pada kompetisi ini. Saat mendapat undangan untuk menghadiri penghargaan rasanya tidak percaya, apalagi ternyata mendapat juara dua dimana pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari praktisi, doktor, maupun mahasiswa,” terang Nazwa.
Kepada uns.ac.id, Selasa (22/10/2024), Nazwa menjelaskan bahwa dalam rancangannya ia memberikan inovasi untuk mengatasi permasalahan krusial di Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Terdapat beberapa permasalahan seperti rawannya banjir rob karena berada di daerah pesisir dan penurunan permukaan tanah, kurangnya area resapan, serta menumpuknya sampah.


“Kami berangkat dari permasalahan krusial yang ada di Kecamatan Genuk, Kota Semarang, dimana daerah tersebut rawan terjadi banjir rob. Hal tersebut diakibatkan oleh topografi wilayah yang berada di pesisir serta adanya penurunan permukaan tanah akibat pengambilan air tanah secara besar-besaran, selain itu penumpukan sampah yang menyebabkan hilangnya area resapan juga memperparah banjir di wilayah tersebut,” tutur Nazwa.
Dirinya bersama satu rekan lain yang berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB) merancang pengembangan sistem kolam retensi dengan jaring otomatis dan mesin pencacah sampah plastik berbasis sensor untuk mengatasi sekaligus permasalahan yang ada.
Untuk saat ini Nazwa mengaku belum ada rencana lebih lanjut mengenai realisasi dari rancangan inovasi tersebut dikarenakan partisipasinya dalam lomba ini hanya sampai pada tahap pembuatan blueprint saja. Namun, dirinya berharap inovasi tersebut dapat menjadi rekomendasi dikemudian hari.
“Saya berharap inovasi ini bisa menjadi rekomendasi yang berguna bagi pemerintah, mengingat ada beberapa masalah penataan ruang yang memerlukan solusi sistematis. Lomba ini diselenggarakan oleh Distaru Kota Semarang, dengan harapan inovasi ini dapat memberikan kontribusi positif sebagai rekomendasi dalam pengelolaan limbah saat banjir di Kota Semarang,” tambah Nazwa.
HUMAS UNS



















