Mahasiswa SV UNS Raih Predikat Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024

Mahasiswa SV UNS Raih Predikat Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024

UNS– Annisa Dwi Rahmawati, Mahasiswa Program Studi (Prodi) D3 Keuangan Perbankan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terpilih menjadi Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024. Dirinya meraih predikat tersebut saat Malam Final Pemilihan Duta Genre Surakarta 2024 yang diselenggarakan di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta, Sabtu (20/7/2024).

Keikutsertaan Annisa dalam pemilihan Duta Genre Surakarta 2024 ini diawali dengan sudut pandang remaja yang ingin ikut aktif dan peduli terhadap kualitas kehidupan sesamanya, terlepas dari berbagai ketimpangan atau ketidaksempurnaan latar belakang seseorang. Ia juga merasa bahwa bergabung bersama Duta Genre Surakarta dapat melatihkan ide kreatif, inovasi, dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya Kota Surakarta.

“Kenapa saya memilih Duta Genre, yang pastinya saya ingin punya cara aktif atau prinsip peduli yang dapat membantu dalam merubah kehidupan remaja menjadi lebih baik. Selain itu, bergabung bersama Duta Genre merupakan kesempatan bagi saya untuk dapat melatih ide kreatif dan inovasi untuk bisa mengembangkan diri maupun skill dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” terang Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024 tersebut.

Annisa terpilih menjadi Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024 setelah melalui berbagai tahapan seleksi. Sebelum menjadi finalis, dirinya bersaing dengan 72 peserta Pemilihan Duta Genre Surakarta 2024 dalam tahapan seleksi berkas, seleksi tertulis, dan wawancara. Pemberkasan dilakukan dengan seleksi ketat mengenai data diri, visi misi, pengalaman organisasi, hingga prestasi. Annisa juga menjelaskan bahwa seleksi tulis terdiri dari soal pilihan ganda, esai singkat, dan esai panjang yang berisi tentang pengetahuan mengenai generasi berencana, kesehatan, serta dunia remaja. Sedangkan tahapan wawancara dibagi menjadi dua pos, yaitu pos tentang pengetahuan genre dan potensi diri.

“Setelah proses seleksi yang panjang, Alhamdulillah saya dinyatakan sebagai finalis Pemilihan Duta Genre Surakarta 2024 bersama dengan 19 rekan-rekan lainnya. Para finalis diharuskan untuk mengikuti tes HIV/AIDS dan Narkoba sebelum menuju ke tahapan selanjutnya. Kami juga mengikuti karantina selama dua minggu, di mana para finalis diberikan kesempatan untuk berlatih public speaking, uji publik, uji advokasi atau program kerja, uji bakat, dan rehersal dimana kita belajar tentang pengetahuan genre, opening number, dan opening dance untuk persiapan grand final. Kami juga melakukan tahapan deep interview,” jelas Annisa kepada uns.ac.id, Jumat (27/7/2024).

Pada malam final, Annisa terus melesat dan menjadi finalis lima besar Pemilihan Duta Genre Surakarta 2024 dan berkesempatan untuk melakukan speech yang berisi tentang visi misi ketika nanti terpilih menjadi Duta Genre Surakarta 2024.

“Di malam final Alhamdulillah saya terpilih menjadi Juara Advokasi Putri Duta Genre Surakarta tahun 2024. Predikat tersebut diberikan sesuai dengan poin atau nilai uji publik mengenai program kerja yang dimiliki. Penilaian tersebut didasarkan oleh ketepatan sasaran, output, komitmen keberjalanan, serta lembaga-lembaga yang akan diajak bekerja sama. Saya sendiri memiliki program kerja “Genre BerAKSI”, yang mana nama tersebut juga memiliki makna yaitu, generasi yang aktif, kampanye, sosialisasi, dan informatif,” ucap Annisa penuh syukur.

Dirinya menjelaskan sedikit bahwa program kerja tersebut mendorong generasi yang aktif, berkampanye dan bersosialisasi, serta informatif untuk ikut serta langsung ke dalam kegiatan volunteer atau melaksanakan sosialisasi “Ganting” atau Gerakan Cegah Stunting. Program tersebut sejalan dengan keadaan genting di masyarakat mengenai stunting, khususnya di Kota Surakarta.

“Program Genre BerAKSI ini memberikan kesempatan bagi remaja agar dapat menaruh peran aktif dalam menanggulangi permasalahan stunting, berkolaborasi dengan kader posyandu dan lembaga masyarakat kesehatan untuk turun langsung ke lapangan guna memberikan konseling dan pengawasan bagi orang tua yang memiliki anak dengan kondisi stunting,” tambahnya.

Juara Advokasi Duta Genre Surakarta 2024 tersebut menambahkan bahwa permasalahan stunting dapat diatasi dan diminimalisir dengan cara memenuhi gizi piring, terpenuhinya sanitasi air yang terjaga, hingga lingkungan yang sehat. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa melaksanakan “Ganting” dan menjalankan program berdedikasi dalam rangka mengupayakan masa depan bebas stunting. HUMAS UNS

Reporter: Annisa Fakhira
Redaktur: Dwi Hastuti