UNS – Dua mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam tim “Go To Japan” berhasil meraih Juara II dalam ajang Festival Ilmiah Mahasiswa (FILM) 2025 pada subkategori Infografis. Kedua mahasiswa tersebut adalah Aditya Wisnu Yudha Marsudi dari Program Studi (Prodi) S1 Fisika dan Desnia Anindy Irni Hareva dari Prodi S1 Statistika. Mereka mengharumkan nama UNS melalui inovasi sistem deteksi tanah longsor ramah lingkungan dan berkelanjutan yang diberi nama SOLID (Solar Panel-Powered IoT-Based Landslide Detection).
“Kami mengangkat permasalahan serius terkait bencana tanah longsor yang mengancam sekitar 40,9 juta penduduk Indonesia yang tinggal di daerah rawan longsor, dengan 918 lokasi rawan tersebar di berbagai wilayah. Sebagai solusi inovatif, kami mengembangkan SOLID, sebuah sistem deteksi tanah longsor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Aditya kepada uns.ac.id, Kamis (24/4/2025).
Aditya menjelaskan, SOLID merupakan terobosan teknologi mitigasi bencana tanah longsor di Indonesia, yang memanfaatkan efisiensi energi panel surya dan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi WhatsApp untuk menyebarkan peringatan bencana kepada masyarakat dalam radius 10 kilometer. Prototipe SOLID beroperasi dengan panel surya sebagai sumber utama energi dan dilengkapi baterai lithium sebagai cadangan saat sinar matahari tidak tersedia.
Sistem ini dilengkapi tiga sensor utama untuk mengukur indikator kritis tanah longsor, yaitu kelembapan tanah, kemiringan lereng, dan pergeseran tanah. Berdasarkan data yang dikumpulkan, SOLID mampu mengirimkan peringatan dalam tiga level: “Siaga”, “Waspada”, dan “Awas”, melalui notifikasi WhatsApp, berdasarkan parameter yang diprogram dalam Arduino IDE.
“Keunggulan lain dari SOLID adalah kemampuannya memprediksi potensi longsor hingga 14 hari ke depan menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM). Hal ini memberikan waktu yang lebih panjang bagi masyarakat untuk melakukan evakuasi. Selain peringatan digital, sistem juga dilengkapi alarm fisik berupa suara buzzer dan lampu strobo untuk meningkatkan kesadaran di lokasi bencana,” tambah Aditya.
Dalam persiapan kompetisi, tim mendapatkan bimbingan dari Dr. Ir. Sorja Koesuma, S.Si., M.Si., yang mendampingi diskusi riset pada semester lima terkait indikator tanah longsor dan aspek teknisnya.
“Pengetahuan yang beliau sampaikan menjadi fondasi penting dalam pengembangan karya kami. Selama dua bulan, kami fokus membuat infografis dan mengembangkan prototipe SOLID. Kami mengimplementasikan indikator utama seperti kelembapan tanah dengan teknologi IoT yang terhubung langsung ke WhatsApp sebagai sistem notifikasi,” terang Aditya.
FILM 2025 menghadirkan tiga kategori lomba, yakni Esai, LKTI, dan Infografis, dengan partisipasi lebih dari 1.800 peserta dari 114 universitas di 22 provinsi di Indonesia. Tim UNS memilih subtema Teknologi, dalam kerangka tema besar “Sinergi Inovatif Generasi Muda di Era Society 5.0 untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Menuju Indonesia Emas 2045.”


Sebelum meraih juara, tim harus melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari pendaftaran dan pengumpulan karya, seleksi 30 semifinalis, hingga penentuan 10 finalis. Para finalis kemudian mempresentasikan karya mereka dalam rangkaian kegiatan expo, awarding, dan gala dinner.
“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa meraih juara dalam kompetisi infografis tingkat nasional ini. Apalagi bagi tim kami, ini adalah pengalaman lomba pertama yang langsung membuahkan hasil membanggakan. Proses pembuatan karya hingga tahap presentasi final memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya kolaborasi, riset mendalam, dan kreativitas dalam menyampaikan informasi secara visual,” pungkas Aditya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa lainnya agar tidak takut mencoba hal baru dan berani mengambil tantangan. “Percaya pada kemampuan diri, maksimalkan potensi tim, dan jangan ragu untuk berinovasi. Setiap proses adalah pembelajaran yang sangat berharga,” tutupnya.
Kegiatan ini merupakan upaya UNS untuk mencapai SDGs keempat yaitu Pendidikan yang Berkualitas serta SDGs kesembilan Industri, Inovasi, dan Infrastruktur terkait upaya mitigasi bencana yang mungkin terjadi.
Humas UNS



















