UNS— Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengukir prestasi di Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) Nasional 2025. Tim KDMI UNS meraih gelar Pembicara Pratama Terbaik ke-7 atas nama Tabitha Christine Kanaya Siagian dari Fakultas Psikologi dan ke-11 atas nama Abinaya Fikri Nayotama dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP).
KDMI merupakan ajang lomba bergengsi yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional yang sekarang diambil alih oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Pada tahun ini, KDMI digelar bersamaan dengan National University Debate Championship (NUDC) di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto.
NUDC–KDMI Nasional 2025 ini membawakan tema ‘Dari Panggung Hebat, Mewujudkan Kampus Berdampak, untuk Masyarakat Hebat’.
Tim KDMI UNS diwakili oleh Abinaya Fikri Nayotama sebagai Debater 1, Tabitha Christine Kanaya Siagian sebagai Debater 2, Keenan Ghiffary Naufal sebagai Juri yang membersamai Institusi, Septyanto Galan Prakoso, S.I.P., M.Sc. sebagai dosen pendamping, dan Daffa Dewanda Putra sebagai official team.
Di balik Penghargaan Pembicara Pratama Terbaik ke-7 oleh Tabitha dan ke-11 Abinaya, terdapat perjalanan panjang yang penuh liku-liku dalam meraih penghargaan pertama bagi UNS di KDMI tingkat Nasional ini. Sembilan bulan adalah waktu yang dilalui oleh Tim KDMI UNS 2025 dalam mempersiapkan pencapaian ini. Dimulai dari pencarian delegasi, yakni Intercom KDI UNS 2025 yang diselenggarakan oleh Student English Forum (SEF) UNS pada 22–23 Februari 2025, dengan mahasiswa dari 11 fakultas turut berpartisipasi. Dalam kesempatan tersebut menyeleksi 29 tim calon delegasi KDMI dan 11 tim calon delegasi NUDC, serta 12 juri perwakilan institusi, lalu training camp 16 calon delegasi, latihan rutin delegasi final yang dimulai pada Maret, pelatihan intensif delegasi final yang dimulai pada Agustus–September, sampai kompetisi nasional yang diadakan pada tengah Oktober kemarin. Dalam prosesnya, para delegasi aktif berkonsultasi dengan pelatih dan delegasi-delegasi UNS yang pernah berkompetisi di KDMI pada tahun-tahun sebelumnya.
Dalam masa persiapannya, tim KDMI tidak henti-hentinya mempelajari materi, penyusunan pidato saat berdebat, pembuatan kasus, sampai mengikuti lomba-lomba prakompetisi dan mengikuti sparring umum yang diselenggarakan oleh pendebat-pendebat lainnya juga. Tahap penyisihan dari kompetisi ini dilakukan sebagai penyisihan babak wilayah berdasarkan Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi (LDDIKTI). Dari LDDIKTI VI diambil 7 tim dan tim UNS meraih posisi kelima pada saat itu. Babak wilayah ini dilaksanakan secara daring pada 27–28 September 2025, sedangkan babak nasional dilaksanakan secara luring di UNSOED pada 20–25 Oktober 2025, dengan juri dari institusi ikut berkompetisi antarjuri di babak nasional.
Pada tahun ini, NUDC–KDMI Nasional 2025 mengundang 196 tim. Tim yang melanjutkan perjalanan ke tingkat nasional berasal dari 129 perguruan tinggi di Indonesia. Perwakilan 196 tim tersebut bertanding di babak nasional setelah melaksanakan seleksi wilayah.
Abinaya dan Tabitha sangat gigih dari awal pelatihan sampai kompetisi. Satu per satu mosi berhasil mereka lalui. Dengan semangat mereka yang membara, di penyisihan babak nasional, mereka berhasil menembus 32 besar tim kategori terbuka, menempati posisi ke-24, meskipun mereka adalah tim pratama.
UNS merupakan satu dari tiga kampus yang memiliki tim pratama yang berhasil menginjakkan kaki ke lomba kategori terbuka. Memasuki babak 32 besar atau octofinal, mereka pun tak menyangka lolos dan menempati peringkat 24. Meski gugur di babak yang sama, 32 besar, Abinaya dan Tabitha merasa sangat puas atas pencapaian mereka dan merasa sangat bangga dan terhormat bisa berkompetisi dan berada di ruangan yang sama dengan delegasi debater lainnya yang memiliki pengalaman lebih dari mereka.
“Kami beneran gak menyangka kami bisa dapat penghargaan ini. Kami, tentunya, sangat senang bisa mendapatkan penghargaan ini, mengingat juga ini penghargaan pertama yang diraih UNS di KDMI ini,” terang Abinaya kepada uns.ac.id, Selasa (4/11/2025).
Setelah melalui pelatihan dengan pelatih dan sesi evaluasi dan brainstorming tiap malam dengan dosen pendamping dan official team, akhirnya membuahkan hasil yang sangat membahagiakan. Prestasi yang dicapai oleh tim KDMI UNS 2025 di ajang KDMI Nasional 2025 ini membuktikan bahwa mahasiswa UNS mampu bersaing di kancah nasional. Atas capaian ini, diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UNS untuk berkarya dan berprestasi lebih lagi, serta memperluas nama UNS di dunia debat.
Kemenangan ini menjadikan UNS sebagai kampus yang berupaya meraih Tujuan Pembangunan Berkelanjutan keempat, yaitu Pendidikan yang Berkualitas. HUMAS UNS

















