Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin mengajak ratusan mahasiswa UNS menjadi pemimpin masa depan pada kegiatan ‘Ngabuburit Bersama Mahasiswa UNS’ di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026). Acara ini berisi dialog inspiratif tentang kepemimpinan.
UNS — Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen mengajak ratusan Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur dalam kegiatan “Ngabuburit Bersama Mahasiswa UNS” yang digelar di Masjid Nurul Huda UNS, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga diisi dengan dialog inspiratif mengenai kepemimpinan, kontribusi generasi muda, serta peran mahasiswa dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin Maimoen didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin menyampaikan materi dengan tema ‘Refleksi Kepemimpinan Rasulullah SAW dalam Pembangunan Pemerintahan di Era Modern dan Prinsip Kepemimpinan Perempuan dalam Pandangan Islam’. Wakil Gubernur, Taj Yasin menyebut, sosok Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin yang pas dan menjadi suri teladan bagi semua orang.
“Sidiq, amanah, tabligh, fathonah. Empat hal ini yang bisa menjadi pegangan dalam memimpin di era modern ini,” jelasnya.
Menurut Taj Yasin, sapaannya, Sidiq berarti jujur atau benar, amanah yaitu dapat dipercaya, tabligh atau menyampaikan wahyu kepada umatnya, kemudian fathonah yang berarti cerdas serta bijaksana.
“Empat hal ini menjadi teladan kita untuk diterapkan, baik kepemimpinan di era khalifah, ataupun di era modern,” terangnya.
Sementara itu, Nawal Arafah Yasin mengajak mahasiswa UNS untuk berani menjadi pemimpin masa depan. Nawal menyampaikan dua hal yang digarisbawahi Ulama Syekh Muhammad bin Abdul mengenai prinsip-prinsip yang harus dimiliki dalam kepemimpinan perempuan ini.
Pertama, perempuan harus memiliki keahlian atau memiliki kemampuan. Kedua, selalu mengikuti syariat Allah SWT.
“Jika berbicara tentang perempuan dalam Al Quran, siddiqah atau jujur dalam iman adalah sikap yang harus dipegang,” ungkapnya.
Nawal mencontohkan sosok Siti Maryam, ibunda Nabi Isa AS, bagaimana dia tetap mempertahankan keimanannya di saat banyak orang mencelanya. Dalam kondisi itu, Siti Maryam tetap mempertahankan kebenaran keimanannya.
Pada momen itu, Nawal menuturkan, prinsip, pelarangan perempuan menjadi pemimpin itu tidak tepat, sebab mereka bisa berpeluang menjadi pemimpin masa depan.



“Ini satu yang saya tekankan, dan bagaimana mahasiswa ini menjadi pemimpin di masa depannya,” ujar istri Wakil Gubernur Jateng ini.
Ditambahkan, seorang perempuan bisa menjadi pemimpin, tapi harus memegang sifat kejujuran dan kebaikan hatinya.
“Yang menjadi prinsip berkepemimpinan seperti tadi yang saya sebutkan adalah siddiqah ya, memiliki kejujuran dan bagaimana kebaikan hati,” pungkas Nawal.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa tema ini sangat relevan dengan kondisi bangsa dan dunia saat ini.
Sebagai perguruan tinggi, UNS tidak hanya berperan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga dalam
membangun karakter, moralitas, dan kepemimpinan yang berintegritas.
Rektor berharap
kegiatan seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk belajar dari berbagai
perspektif kepemimpinan baik dari teladan Rasulullah SAW maupun dari para
pemimpin yang saat ini mengemban amanah di pemerintahan.
HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Siapa yang mengajak mahasiswa UNS menjadi pemimpin masa depan?
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak ratusan mahasiswa UNS untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. Lihat di artikel
Apa tema materi yang disampaikan dalam kegiatan Ngabuburit Bersama Mahasiswa UNS?
Materi yang disampaikan bertema ‘Refleksi Kepemimpinan Rasulullah SAW dalam Pembangunan Pemerintahan di Era Modern dan Prinsip Kepemimpinan Perempuan dalam Pandangan Islam’. Lihat di artikel
Sebutkan empat prinsip kepemimpinan ala Rasulullah SAW yang ditekankan Wakil Gubernur Jateng?
Wakil Gubernur Jateng menyebutkan empat prinsip kepemimpinan Rasulullah SAW yaitu Sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan wahyu), dan fathonah (cerdas serta bijaksana). Lihat di artikel
Prinsip apa saja yang harus dimiliki perempuan untuk menjadi pemimpin menurut Nawal Arafah Yasin?
Menurut Nawal Arafah Yasin, perempuan harus memiliki keahlian atau kemampuan dan selalu mengikuti syariat Allah SWT, serta memegang sifat siddiqah atau kejujuran. Lihat di artikel



















