UNS Gelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam Rangka Dies Natalis ke-50

UNS Gelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam Rangka Dies Natalis ke-50

UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-50 pada Rabu (11/3/2026) bertempat di Auditorium G.P.H. Haryomataram. Mengusung tema “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan,” momentum ini menjadi refleksi perjalanan setengah abad UNS sekaligus penegasan komitmen untuk terus berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T, M.Eng., Ph.D.; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI), Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.; Gubernur Jawa Tengah atau yang mewakili; Wali Kota Surakarta; para bupati se-Solo Raya; Ketua DPRD; serta sejumlah pejabat sipil, militer, dan kepolisian, tokoh agama, ulama, dan tokoh masyarakat di wilayah Solo Raya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendiktisaintek RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T, M.Eng., Ph.D. memberikan sambutannya dihadapan para tamu undangan. Sedangkan Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Transformasi Pembangunan Pendidikan Tinggi: SDM, Inovasi, dan Daya Saing”.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang institusi yang telah memberikan kontribusi bagi pendidikan tinggi, penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat di Indonesia. Menurutnya, Dies Natalis ke-50 menjadi momentum refleksi atas capaian UNS sekaligus titik awal untuk mempercepat kinerja dan prestasi yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

“Terima kasih kepada Bapak Mendiktisaintek RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. serta Bapak Menteri PPN/Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. atas kehadirannya di UNS,” ujar Prof. Hartono.

Rektor menambahkan, UNS memiliki visi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang unggul di tingkat internasional dengan berlandaskan nilai luhur budaya nasional juga tercermin dalam semboyan “Mangesthi Luhur Ambangun Nagara.” Nilai tersebut menjadi semangat UNS untuk berkontribusi dalam memajukan peradaban manusia dengan tetap berakar pada budaya bangsa.

Memasuki usia ke-50 tahun, UNS terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini UNS memiliki 14 fakultas dan 2 sekolah serta 207 program studi baik di tingkat diploma, sarjana, profesi, magister, spesialis, maupun doktor. UNS secara institusi telah terakreditasi unggul sejak beberapa dekade yang lalu. Pada level program studi, mayoritas telah terakreditasi unggul atau A. Di samping itu, ada 36 program studi, utamanya pada jenjang sarjana, yang telah terakreditasi oleh lembaga akreditasi internasional.

Di bidang riset dan inovasi, UNS memiliki tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) yang diakui oleh kementerian, yaitu Pusat Unggulan Teknologi Penyimpanan Energi Listrik, Center for Fintech and Banking, serta Javanologi.

Dari sisi sumber daya manusia, UNS saat ini didukung oleh 1.942 dosen, dengan 52 persen telah bergelar doktor dan 14,41 persen memiliki jabatan guru besar. Sepanjang tahun 2025, UNS mengukuhkan 48 guru besar baru dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, UNS memiliki 68.196 Mahasiswa aktif serta 255.114 alumni yang berkiprah di berbagai bidang strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Pada momentum Dies Natalis ke-50 ini juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian Gedung Sekolah Vokasi UNS serta Pusat Studi Tropical Herbal Medicine sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendidikan dan riset di lingkungan UNS.

“Alhamdulillah, penandatanganan prasasti peresmian Gedung Sekolah Vokasi UNS sudah dilakukan oleh Bapak Mendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.. Sedangkan untuk penandatanganan prasasti peresmian Pusat Studi Tropical Herbal Medicine dilakukan oleh Bapak Menteri PPN/Bappenas Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S.,” ujar Prof. Hartono.

Tidak hanya itu, pada acara Dies Natalis ke-50 ini, UNS juga memberikan UNS Award, yaitu “Parasamya Anugraha Widyatama Taru Tirta Bawana” kepada Prof. Emil Salim, M.A., Ph.D. Prof. Emil Salim merupakan sosok teladan yang memiliki integritas, prestasi, kepeloporan dan pemajuan yang luar biasa dalam bidang pelestarian lingkungan.

“Kami berharap dedikasi dan perjuangan panjang beliau dalam upaya pelestarian lingkungan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi kita bersama dalam menjaga kelestarian Bumi guna menjamin keberlangsungan hidup kita saat ini dan masa depan. Selain itu, penghargaan ini juga merupakan wujud komitmen UNS dalam upaya pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Hartono.

Melalui momentum setengah abad ini, UNS berharap seluruh sivitas akademika semakin memperkuat sinergi untuk mengakselerasi prestasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

What is the theme for UNS’s 50th Dies Natalis?

The theme for UNS’s 50th Dies Natalis is “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Lihat di artikel

Who attended the UNS 50th Dies Natalis?

Attendees included the Minister of Higher Education, Science, and Technology, the Minister of National Development Planning/Head of Bappenas, the Governor of Central Java, the Mayor of Surakarta, and other regional officials. Lihat di artikel

What was inaugurated during the 50th Dies Natalis?

The inauguration of the UNS Vocational School Building and the Center for Tropical Herbal Medicine were part of the event. Lihat di artikel

Who received the UNS Award at the 50th Dies Natalis?

The UNS Award, “Parasamya Anugraha Widyatama Taru Tirta Bawana,” was presented to Prof. Emil Salim for his exceptional contributions to environmental preservation. Lihat di artikel