Teater Longbai UNS Padukan Mitologi Nusantara dan Tiongkok dalam Satu Panggung

Teater Longbai UNS Padukan Mitologi Nusantara dan Tiongkok dalam Satu Panggung

UNSHimpunan Mahasiswa Prodi Sastra Mandarin (HMP Kemasindo) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menggelar pertunjukan Teater Longbai yang memadukan unsur budaya Nusantara dan Tiongkok dalam satu panggung teater. Acara ini berlangsung pada Rabu (2/7/2025) yang bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta.

Dalam sambutannya, Master of Ceremony (MC) menyampaikan bahwa Teater Longbai merupakan bagian dari bentuk pelestarian budaya dan pembelajaran lintas budaya yang diwujudkan melalui seni pertunjukan teater klasik berbahasa Mandarin dan Indonesia. Tahun ini, teater menyuguhkan dua kisah legendaris, Legenda Ular Putih dari cerita rakyat Tiongkok dan Lutung Kasarung dari mitologi Sunda.

Pertunjukan Legenda Ular Putih yang ditampilkan berhasil memikat perhatian penonton. Kisah cinta antara Bai Suzhen (Si Ular Putih) dan Xu Xian membawa penonton dalam pergolakan antara kekuatan cinta, pengorbanan, dan konflik antara manusia dan dunia gaib. Adegan demi adegan dibawakan dengan ekspresif, ditambah visualisasi yang mendukung suasana dramatik. Sorotan berakhir pada pengorbanan Bai Suzhen yang rela dipenjara di bawah Pagoda Leifeng demi cinta sejatinya.

Sebagai penutup, kisah Lutung Kasarung tampil memukau dengan balutan budaya lokal yang kuat. Pertunjukan ini mengisahkan perjalanan Purbasari, sang putri yang terbuang, serta seekor lutung misterius yang ternyata adalah Pangeran Guru Minda. Dalam suasana penuh magis, penonton disuguhkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan, serta keajaiban cinta dan kesetiaan. Puncaknya, Pangeran kembali ke wujud aslinya setelah membantu Purbasari mendapatkan kembali kehormatannya. Tepuk tangan panjang penonton menutup pertunjukan dengan semarak.

Usai pementasan, Tati Sugiarti S.S., M.TCSOL dan Ma Xiaocheng selaku dosen pembimbing memberikan pesan dan kesan yang menggugah. Ma Xiaocheng mengapresiasi keberhasilan mahasiswa dalam menyatukan dua budaya yang berbeda ke dalam satu panggung pertunjukan. “Penampilan dari kedua judul pertunjukan teater sangat luar biasa, setiap pemain membawakan karakternya dengan sangat baik,” ujarnya.

Tak hanya Ma Xiaocheng, Tati juga memberikan pesan dan kesan untuk pertunjukan teater dari kedua judul tersebut. “Untuk penampilan dari kedua judul pertunjukan teater sudah sangat bagus dan pelafalan bahasa mandarin lancar,” pungkasnya.
Humas UNS