Delegasi UNS dalam KKN Kebangsaan XI di Kalbar Bentuk Tim Relawan Destana

Delegasi UNS dalam KKN Kebangsaan XI di Kalbar Bentuk Tim Relawan Destana

UNS – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi delegasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan ke-XI di Kalimantan Barat. Ia adalah Alit Addie Saputra, mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Alit, begitu ia disapa, melaksanakan program pembentukan dan pembekalan tim relawan Desa Tangguh Bencana.

Dalam hal ini, Alit menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkayang. Daerah yang menjadi fokusnya adalah salah satu desa di Kecamatan Seluas, yakni Desa Mayak. Program tersebut mulai terlaksana pada Senin (14/8/2023). Pada saat itu, kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bengkayang, Pius, S.Pd.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2022, Provinsi Kalimantan Barat memiliki indeks risiko 136,72 dengan kategori sedang. Jenis bencana yang mendominasi adalah banjir yang diikuti oleh kebakaran hutan dan lahan serta angin puting beliung. Pada tahun 2021, terjadi banjir dan kebakaran hutan yang cukup parah di beberapa lokasi di Kabupaten Bengkayang.

Kepada uns.ac.id, Alit menjelaskan tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah mengacu pada Peraturan Kepala Badan Penanggulangan Bencana No. 1 Tahun 2012 (Perka BNPB No.1 Tahun 2012) Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Peraturan ini mengarahkan untuk setiap desa/kelurahan memiliki kapasitas Desa Tangguh Bencana (Destana). Hal ini sebagai upaya desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera dari dampak bencana yang merugikan.

“Selama ini masyarakat selalu sebagai pihak yang diselamatkan dan ditolong maka paradigma ini harus diubah menjadi masyarakat sebagai penyelamat dan penolong,” ujar Pius dalam sesi pembekalan Destana.

Lewat pembentukan Tim Relawan Destana Desa Mayak ini, maka akan terbentuk sistem mitigasi, pemantauan, dan penanganan. Apabila terjadi bencana alam, dapat langsung ditindaklanjuti oleh masyarakat selaku garda terdepan di wilayah masing-masing. Hal ini tentu dapat meminimalisir risiko dan mempercepat langkah penanganan bencana alam di lapangan.

Kegiatan pembentukan dan pembekalan Tim Relawan Destana Desa Mayak mendapat respon positif dari Perangkat Desa Mayak dan Anggota Tim Relawan Destana Desa Mayak yang baru dibentuk. Permohonan pembinaan langsung di lapangan oleh pihak desa dapat dituntaskan Alit bersama BPBD.

Keberhasilan program ini terlihat dari terbentuknya Surat Keputusan (SK) Tim Relawan Destana di Desa Mayak yang beranggotakan 29 orang. Tim ini terdiri dari 3 perangkat desa termasuk kepala desa, 5 kepala dusun, 16 ketua RT, dan 5 anggota Linmas di masing-masing dusun di Desa Mayak. Selain itu, dilakukan juga pembekalan mengenai tugas pokok dan fungsi dari Tim Relawan Destana oleh BPBD Kabupaten Bengkayang.

SK yang sudah disahkan dengan ditandatangani oleh Kepala Desa Mayak diteruskan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkayang untuk masuk ke dalam monitoring Destana dibawah naungan BPBD Kabupaten Bengkayang. Dengan begitu, pelaksanaan program Destana oleh KKN Kebangsaan XI 2023 ini menjadi langkah awal terbentuknya konektivitas antara masyarakat Desa Mayak dengan BPBD Kabupaten Bengkayang. Kedepannya diharapkan tercipta sistematika pencegahan dan penanganan bencana melalui masyarakat yang langsung didampingi serta diarahkan secara intensif oleh BPBD Kabupaten Bengkayang.

“Tahun ini target BPBD Bengkayang adalah membentuk Destana di seluruh Desa di Bengkayang, kemudian ditahun depan kita mulai intensif menjalankan program pelatihan lapangan dan bentuk pendampingan lainnya,” ujar Pius. Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti