UNS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta akan menerapkan pendidikan kedokteran terintegrasi bagi calon dokter lulusannya. Hal ini mengingat telah berdirinya Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (RS UNS) di kampus Pabelan. Pola praktek kedokteran yang semula departemental akan berubah menjadi fase terintegrasi dengan harapan akan meningkatan kualitas profesi dokter lulusan UNS.

Meskipun demikian, saat ini fasilitas di RS UNS belum bisa menampung seluruh mahasiswa, sehingga UNS masih bekerja sama dengan RS Dr Moewardi. Dari seluruh mahasiswa, sejumlah 240 orang harus dibagi menjadi beberapa angkatan. Dengan begitu, fasilitas di kedua rumah sakit ini bisa saling menunjang pendidikan dokter.

“Jadi dua rumah sakit akan dipakai. RS Moewardi untuk pendidikan spesialis,” jelas Wakil Direktur RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto.

Lebih lanjut, Tonang menyampaikan bahwa belum semua kamar di RS UNS berfungsi. Dari 188 kamar yang dimiliki, baru 70 kamar yang berfungsi di tahun 2017. Ke depannya, jika seluruh kamar di RS UNS sudah berfungsi menampung pasien, maka akan bisa digunakan untuk lebih menunjang pembelajaran pendidikan di FK UNS. Humas-red.uns/Can/Isn