Dosen Sastra Arab UNS Paparkan Riset di Forum Internasional Amerika Serikat

Dosen Sastra Arab UNS Paparkan Riset di Forum Internasional Amerika Serikat
Dosen Sastra Arab UNS Paparkan Riset di Forum Internasional Amerika Serikat

UNS – Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta unjuk gigi di kancah internasional. Dr. Muhammad Yunus Anis, S.S., M.A. Dosen Program Studi (Prodi) Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS berkesempatan mempresentasikan hasil risetnya dalam forum akademik internasional bertajuk Asia in Conversation. University of Wisconsin-Milwaukee (UWM), Amerika Serikat menjadi penyelenggara acara pada Jumat (25/4/2025).

Melalui program Community Empowerment & Institutional Inclusivity, kegiatan ini menghadirkan para akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Mereka mendiskusikan kontribusi Asia dalam perkembangan ilmu pengetahuan, sosial, seni, dan humaniora. Dalam forum ini, Dr. Yunus Anis diundang secara khusus untuk memaparkan kajian tentang hubungan erat bahasa Arab dengan pelestarian kearifan lokal di Asia Tenggara.

Dalam presentasinya yang berjudul “Arabic and Preservation of Local Wisdom in Southeast Asia”, bahasa Arab dinilai berperan melampaui fungsi keagamaan. Di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia, bahasa Arab turut membentuk lapisan budaya, sosial, hingga nilai-nilai masyarakat setempat.

“Bahasa Arab berperan aktif dalam menjaga kearifan lokal, salah satunya melalui tradisi literasi keagamaan di komunitas Muslim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Beliau mencontohkan beberapa karya klasik seperti “Syarah Al-Hikam” karya KH. Sholeh Darat dari Indonesia dan Shaykh Abdullah Gangohi dari India. Tidak hanya berisi ajaran tasawuf teosofis, melainkan juga menjadi media transmisi nilai lokal. Karya tersebut juga diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa, Melayu, dan Indonesia. Tradisi ini dinilai mampu memperkuat karakter budaya masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan nilai leluhur di tengah arus modernisasi.

Dalam paparannya, Dr. Yunus Anis juga menyoroti adanya kesenjangan riset di bidang ini. Isu kepunahan bahasa menjadi kekhawatiran serius di dunia linguistik. Anis mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa berkurangnya generasi penerus yang menggunakan bahasa warisan mempercepat kepunahan. Dalam konteks ini, dokumentasi teks dan pelestarian literatur berbahasa Arab–seperti teks beraksara Pegon di Indonesia–menjadi krusial.

“Meskipun banyak penelitian mengenai pengaruh budaya Arab di Asia, masih minim kajian yang secara khusus membahas peran bahasa Arab dalam menjaga kearifan lokal dari ancaman kepunahan budaya,” ujarnya.

Dr. Yunus Anis menggunakan analisis Systemic Functional Linguistics untuk mengkaji struktur informasi dalam teks “Syarah Al-Hikam”. Analisis tersebut dilakukan baik dalam naskah asli beraksara Pegon maupun terjemahan Bahasa Indonesia. Hasil kajiannya menunjukkan bahwa proses penerjemahan tidak hanya sekadar mengalihkan bahasa, tetapi juga mempengaruhi pola komunikasi antara teks dan pembaca. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya kualitas penerjemahan agar nilai-nilai budaya dan spiritual yang terkandung dalam teks tetap terjaga.

Menutup paparannya, Dr. Yunus Anis mendorong perlunya kolaborasi pentahelix, baik antarperguruan tinggi, pesantren, maupun lembaga riset seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peran ini diperlukan dalam mendokumentasikan serta mengkaji naskah-naskah Pegon. Selain itu, Beliau juga mengusulkan agar penerjemahan teks warisan dilakukan berbasis teori teranyar dalam ilmu terjemahan. Hal ini agar hasil terjemahan dapat diakses luas oleh masyarakat.

“Kajian terhadap naskah Pegon tidak hanya menyelamatkan teks, tetapi juga melestarikan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya,” tegasnya.

Partisipasi Dr. Yunus Anis dalam forum bergengsi ini menjadi bukti nyata kontribusi UNS di level internasional. Ketua Program Women’s and Gender Studies UWM, Dr. Xin Huang, menyatakan bahwa kehadiran Dr. Yunus Anis diharapkan dapat memperkaya dialog akademik global tentang Asia. Posisi Prodi Sastra Arab UNS sebagai pusat kajian akademik diharapkan dapat semakin menguat. Sastra Arab UNS telah terbukti aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu yang kontekstual, humanis, serta berbasis penguatan budaya lokal. Hal ini juga sekaligus membuktikan upaya UNS untuk mencapai SDGs keempat, yaitu Pendidian yang Berkualitas.

Humas UNS