UNS — Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, dikenal luas sebagai sentra industri tepung aren. Dengan lebih dari 180 pengusaha tepung aren yang aktif, desa ini menghadapi tantangan lingkungan akibat penumpukan limbah ampas aren yang dihasilkan dari proses pengolahan batang aren.
Menjawab tantangan tersebut, Riset Grup (RG) Sumber Daya Hayati dari Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, meluncurkan program pengabdian kepada masyarakat bertema “Pemanfaatan Ampas Aren sebagai Media Budidaya Jamur Tiram”. Program ini bertujuan untuk mengubah limbah menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat lokal.
Tim pengabdian terdiri dari enam dosen UNS, yaitu Dr. Ir. Fadilah, S.T., M.T., Ir. Mujtahid Kaavessina, ST, MT, Ph.D., Dr. Ir. Sperisa Distantina, S.T., M.T., Dr. Ir. Dwi Ardiana S, S.T., M.T., Dr. Ir. Endang Kwartiningsih, S.T., M.T. dan Dr. Ir. Y. C. Danarto, S.T., M.T. Program ini turut bersinergi dengan Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), yang telah menjadikan Desa Daleman sebagai desa binaan.



Pelatihan dan Budidaya Jamur Tiram
Kegiatan dimulai pada 10 Mei 2025 dengan pelatihan pembuatan rumah jamur skala percobaan. Lima warga dipilih mengikuti pelatihan intensif, yang mencakup pembuatan baglog (media tanam jamur), sterilisasi, inokulasi, inkubasi, hingga pemeliharaan jamur tiram. Baglog dibuat dari campuran 3 karung ampas aren, 5 gram dedak/bekatul dan 0,5 kg kapur pertanian.
Campuran tersebut dimasukkan ke dalam plastik ukuran 17x35x04 cm dengan berat 1,2 kg, kemudian dipadatkan dan disterilisasi dalam drum bekas selama empat jam. Setelah pendinginan, baglog diinokulasi dengan 2–3 sendok teh bibit jamur dan ditutup kertas koran steril.
“Inkubasi berlangsung selama 20–30 hari, hingga baglog dipenuhi miselium jamur. Selanjutnya, baglog dipindahkan ke rumah jamur dengan kelembapan dijaga antara 80–90%. Cincin baglog dilepas untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah jamur,” terang Dr. Fadilah, Jumat (1/8/2025).
Panen perdana dilakukan pada 3 Juni 2025, menghasilkan sekitar 1 kg jamur tiram, dan panen kedua pada 17 Juni 2025 dengan hasil serupa.
Akhir Kegiatan dan Penyerahan Fasilitas
Program pengabdian ini ditutup pada 6 Juli 2025 dengan acara sosialisasi kepada masyarakat Desa Daleman sekaligus penyerahan peralatan budidaya jamur kepada desa. Kegiatan ini menandai langkah awal pemberdayaan masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber ekonomi baru.
“Melalui pemanfaatan ampas aren, masyarakat tidak hanya mengurangi limbah yang mencemari lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang usaha baru yang berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dengan permasalahan serupa,” pungkasnya. HUMAS UNS



















