UNS – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar pelantikan profesi bidan. Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bidan ini merupakan periode kedua sejak berdirinya Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Bidan. Acara berlangsung khidmat di Gedung Aula FK UNS, Selasa (27/5/2025).
Pelantikan dan pengambilan sumpah ini dihadiri Dekan FK UNS, Prof. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K), bersama para Wakil Dekan FK UNS. Turut hadir pimpinan Rumah Sakit (RS) UNS, jajaran pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Daerah Jawa Tengah dan IBI Cabang Surakarta.
Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Profesi Bidan UNS, Siti Nurhidayati, S.S.T., Bdn., M.Keb., menyampaikan sejumlah laporan terkait pelaksanaan pendidikan. Ia menyebut 16 mahasiswa mengikuti uji kompetensi profesi bidan Indonesia periode Maret 2025. Seluruh peserta dinyatakan lulus uji kompetensi dengan tingkat kelulusan 100 persen pada first taker.
Dari pelantikan periode dua ini, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa mencapai 3,91. Seluruhnya lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah menempuh studi selama rata-rata 1 tahun 9 bulan. Prestasi tertinggi diraih oleh Hanifah Sarah Nur Laila Aji dengan IPK sempurna 4,00.
Mahasiswa juga mencetak berbagai prestasi non-akademik selama menempuh pendidikan profesi. Beberapa di antaranya berhasil mempublikasikan artikel ilmiah dijurnal terakreditasi nasional. Hanifah Sarah Nur Laila Aji dan Adinda Elsyira Qurroty A’yuny mempublikasikan jurnal di SINTA 3. Sedangkan Aina Alifyana Devi dan Hesa Candra Meisaputri mempublikasikan jurnal di SINTA 4. Mahasiswa lain, Hafida Salsabila bersama timnya, meraih paten sederhana atas alat pereda nyeri persalinan. Ini menjadi capaian penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.



Dekan FK UNS, Prof. Reviono, menyampaikan apresiasi dan pesan khusus kepada para bidan baru. Beliau menegaskan profesi bidan memiliki peran strategis dalam menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Selain itu, bidan juga berperan penting dalam menjaga kesehatan reproduksi masyarakat.
“Para bidan yang baru dilantik sekarang telah menjadi bagian dari alumni FK UNS. Profesi bidan adalah profesi yang mulia. Sejumlah isu kalian tangani seperti Angka Kelahiran Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan kesehatan reproduksi,” ujar Prof. Reviono.
Dr. Tri Susilowati, S.K.M., M.Kes., dari Pengurus Daerah IBI Jawa Tengah, menyampaikan harapan serupa. Ia menekankan sumpah profesi bukan sekadar seremoni, tetapi janji suci seorang tenaga kesehatan. Bidan turut menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan reproduksi di masyarakat.
UNS berkomitmen terus mencetak bidan profesional yang beretika dan kompeten. Dengan pelantikan ini, UNS telah meluluskan total 26 bidan sejak pembukaan program profesi bidan pada 2022. Para lulusan diharapkan dapat mengabdi di berbagai bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian. Pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bidan ini sekaligus menggambarkan komitmen UNS untuk mencapai SDGs ketiga, Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera, sekaligus SDGs keempat, Pendidikan yang Berkualitas.
Humas UNS



















