UNS – Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sampaikan pandangan yang sama terkait keberlanjutan. Hal tersebut tampak pada paparan pidato inaugurasi mereka dalam momentum pengukuhan guru besar baru pada Kamis (19/12/2024). Prosesi ini dilaksanakan pada Sidang Terbuka Senat Akademik UNS di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr. M.Si., dalam acara ini resmi mengukuhkan enam guru besar baru. Beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNS terus berkomitmen menjadi universitas yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Guru besar baru yang dikukuhkan dapat berkontribusi dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat, bangsa dan negara.
“Pengukuhan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi para Guru Besar yang dikukuhkan, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika UNS. Saya mengajak kita semua untuk menjadikan momen ini sebagai inspirasi dan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi di UNS,” ujar Prof. Hartono.
Guru Besar UNS Sepakat dengan Gagasan Keberlanjutan
Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., menyoroti para guru besar yang menyepakati perlu adanya keberlanjutan pada bidang kepakaran ilmu mereka masing-masing. Karya mereka terus dinantikan melalui penelitian dan penemuan lainnya. Hal ini mengingat sejumlah guru besar masih berada pada usia muda ketika saat ini dikukuhkan.
“Ada satu kata yang nampaknya kelima guru besar tadi sepakat, untuk menggunakan kata sustainable development atau pembangunan yang berkelanjutan. Kami berharap untuk senantiasa meneruskan penelitian dan penemuan yang telah dilakukan para guru besar,” ujar Prof. Suranto.



Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. merupakan Guru Besar ke-46 pada Fakultas Pertanian (FP) dan ke-321 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Ekonomi Sumber daya Pertanian. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Nilai Penting Valuasi Ekonomi Konservasi Lahan Pertanian dalam Mendukung Keberlanjutan Swasembada Pangan”.
Prof. Dr. Ir. Agung Wibowo, S.P., M.Si. merupakan Guru Besar ke-47 pada FP dan ke-322 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Pemberdayaan Masyarakat. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Pemberdayaan Masyarakat sebagai Landasan Integrasi Pembangunan Pertanian, Ekonomi Kreatif dan Ekowisata Menuju Kemandirian”.
Prof. Dr. Ir. Widyatmani Sih Dewi, M.P. merupakan Guru Besar ke-48 pada FP dan ke-323 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Biologi Tanah. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Cacing Tanah: Pahlawan Tersembunyi bagi Keberlanjutan Pertanian di Tengah Kompleksitas Tantangan Global”.
Prof. Ir. Lilik Retna Kartikasari, M.P., M.Agr.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., merupakan Guru Besar ke-7 pada Fakultas Peternakan (Fapet) dan ke-324 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Teknologi Hasil Ternak. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Potensi Daging dan Telur Omega-3 sebagai Pangan Fungsional Berkelanjutan”.
Prof. Dr. Ir. Wahyu Purwo Raharjo, S.T., M.T., merupakan Guru Besar ke-28 pada Fakultas Teknik (FT) dan ke-325 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Teknologi Rekayasa Manufaktur. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Pengembangan Teknologi dan Pemrosesan Material Komposit Ramah Lingkungan untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”
Prof. Dr. Ir. Nurul Muhayat, S.T., M.T., merupakan Guru Besar ke-29 pada FT dan ke-326 di UNS. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Teknologi Pengelasan dan Fabrikasi. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Teknologi Pengelasan Gesek Aduk: Peluang dan Tantangan”.
Humas UNS



















