UNS — Guru Besar Ilmu Lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, S.Si., M.Si., C.EIA., IPM., menjadi keynote speaker dalam Konferensi Perpustakaan Hijau Indonesia (KPHI) ke-2 tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Prabang mempresentasikan makalah dengan topik “Strategi Perpustakaan Hijau (Green Library) dan Literasi Hijau (Green Literacy) untuk Keberlanjutan Lingkungan, Ekonomi dan Sosial Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs)”
KPHI ke-2 tahun 2025 dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) bekerja sama dengan DPP Asosiasi Penggerak Perpustakaan dan Literasi Hijau Indonesia (APPeL Hijau Indonesia), Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Kaunsoed) Wilayah Solo Raya, dan Perhimpunan Ilmuwan Sosial Ekonomi Peternakan Indonesia (Persepsi) Komda Solo Raya. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Ibis Styles Solo pada tanggal 17 – 21 Juni 2025 kemarin. Tema yang diangkat dalam KPHI ke-2 tahun 2025 ini adalah “Perpustakaan Hijau, Literasi Hijau dan Implementasi SDGs”
Tujuan diselenggarakannya KPHI ke-2 tahun 2025 ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengalaman, pengetahuan, saran dan rumusan mengenai implementasi, pemanfaatan, transformasi, dan peran perpustakaan hijau (green library) dan literasi hijau (green literacy) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis implementasi SDGs.
Kegiatan-kegiatan KPHI ke-2 tahun 2025 ini meliputi Seminar Nasional, Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Pengurus APPeL Hijau Indonesia periode 2024-2028, Lomba Menulis Esai Nasional ke-VIII, dan field trip city tour. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surakarta, Arif Handoko, S.Sos., M.H.
Selain Prof. Prabang, hadir sebagai narasumber dalam KPHI ke-2 tahun 2025 yaitu Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, Dr. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. memaparkan materi tentang “Upaya Perpustakaan Hijau (Green Library) dan Literasi Hijau (Green Literacy) dalam Upaya Mendukung Pengembangan Masyarakat Hijau (Green Society)”.



Selanjutnya narasumber ketiga, Dr. Wiji Suwarno, S.Pd.I., S.IPI., M.Hum. yang merupakan Dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wiji memberikan materi mengenai “Peran Perpustakaan dan Pustakawan dalam Membangun Kolaborasi Riset dan Publikasi Perpustakaan Hijau (Green Library)”.
Adapun peserta dari kegiatan KPHI ke-2 tahun 2025 ini diikuti sebanyak 30 peserta dan undangan yang terdiri dari berbagai pihak. Yaitu mulai dari pejabat tingkat pusat maupun daerah, dinas perpustakaan dan kearsipan, dosen, guru, mahasiswa, peneliti/pemerhati literasi hijau dan perpustakaan hijau, pustakawan dan pengelola perpustakaan di Indonesia.
Achmad Nur Chamdi, S.Pt., M.Si. selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa KPHI ke-2 tahun 2025 ini menghasilkan beberapa rekomendasi dan keputusan penting. Pertama, dikukuhkannya pengurus organisasi DPP APPeL Hijau Indonesia. Kedua, membahas aspek legalitas organisasi. Ketiga, menetapkan program kerja DPP APPeL Hijau Indonesia 2024-2028 dimana setiap direktorat, bidang dan wilayah minimal satu kali kegiatan setiap tahunnya. Keempat, membahas indikator perpustakaan hijau dan kelima, terkait pelaksanaan KPHI ke-3 tahun 2026.
“Para peserta konferensi mengusulkan untuk KPHI ke-3 diselenggarakan di beberapa alternatif tempat seperti Kota Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Makassar, tergantung dari kesiapan tempat yang paling siap tahun depan,” terang Achmad Nur Chamdi.
Kegiatan ini sangat penting dilakukan, utamanya untuk mendukung implementasi SDG ke-4 yaitu pendidikan bekualitas, dan SDG ke-17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan, khususnya melalui pengembangan perpustakaan hijau dan literasi hijau. HUMAS UNS



















