UNS Gelar International Workshop Bahas Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi di Pasar Berkembang

UNS Gelar International Workshop Bahas Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi di Pasar Berkembang

UNS Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Sebelas Maret International Workshop on Economic Growth and Development in Emerging Markets di Swiss-bel Hotel International Surakarta pada Rabu (3/9/2025). Workshop ini menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas isu pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan keterkaitan dunia usaha dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Acara tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan dan kolaborasi dalam bidang ekonomi bagi UNS dalam kancah internasional.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Irwan menyampaikan bahwa acara workshop dan konferensi internasional ini melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS sebagai penyelenggara utama konferensi. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa UNS, peserta dari berbagai daerah di Indonesia, serta perwakilan dari Malaysia, Taiwan, dan beberapa negara lainnya.

Selain itu, Prof. Irwan juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UNS memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mendukung percepatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. “UNS merupakan salah satu dari 24 perguruan tinggi negeri yang mendapat dukungan pemerintah untuk berkompetisi di tingkat internasional. Dukungan tersebut tidak hanya terkait pemeringkatan internasional, tetapi juga terkait peningkatan kualitas pendidikan dengan dampak jangka panjang pada posisi Indonesia di kancah ekonomi global. Oleh karena itu, workshop ini sejalan dengan SDG 8, yaitu Decent Work and Economic Growth,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Irwan menginformasikan bahwa pada Kamis (4/9/2025), UNS juga meluncurkan asosiasi studi baru, yakni Asosiasi Studi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi di Pasar Industri. Melalui asosiasi ini, UNS berharap dapat menjadi pusat penelitian dan kolaborasi para akademisi dari berbagai negara. Ia juga berharap kerja sama potensial akan dijajaki dengan mitra dari berbagai negara, mencakup pertukaran mahasiswa, program Global Challenges, hingga profesorship.

“Dengan dukungan dari kementerian, UNS berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan agar diakui secara internasional. Semoga dengan adanya kegiatan ini, kita mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang dapat kita terapkan dalam kehidupan nyata,” pungkas Prof. Irwan sekaligus menutup sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi sesi pertama oleh empat pembicara. Pembahasan sesi ini difokuskan pada ketahanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perkembangan teknologi digital, dan keterkaitan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi. Pembicara yang pertama adalah Dr. Zairol Azhar Auzzir. Ia menyoroti pentingnya Business Continuity Management bagi UMKM di era ekonomi digital Malaysia.

Materi dilanjutkan oleh pembicara kedua pada sesi pertama, yaitu Dr. Ming Lang Yeh. Ia membahas peran Generative AI dalam pasar kerja Taiwan dan perubahan kebutuhan keterampilan lintas sektor. Sementara itu, pembicara ketiga, Dr. Mohd Fauzi Zanil, menguraikan hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi melalui analisis SDG 4 dan SDG 8 periode 2019–2024. Diakhiri dengan materi yang terakhir untuk sesi pertama oleh Dr. Putra Pamungkas. Dr. Putra mempresentasikan materi mengenai dilema pada lembaga keuangan mikro hijau dengan mengkaji peran indikator perkembangan keuangan syariah.

Workshop ini diakhiri dengan pemaparan materi sesi kedua. Sesi kedua ini berfokus pada dinamika pertumbuhan ekonomi global, keterbukaan perdagangan, serta pencapaian pekerjaan yang layak di kawasan Asia. Pembicara pertama dan kedua, Dr. Ooi Kok Loang dan Dr. Soudabeh Bolourian, mengangkat isu strategis terkait industri dan ekonomi internasional. Dilanjutkan oleh Dr. Jorge Tavares Borges yang menekankan isu pertumbuhan ekonomi global, dan Dr. Nagathisen Katahenggam, yang membahas bagaimana sektor pariwisata dapat mendukung pencapaian SDG 8 di daerah perkotaan di Asia. Materi yang terakhir sekaligus penutup disampaikan oleh Dr. Muhammad Yusuf Indra Purnama. Ia memaparkan riset mengenai otomatisasi, keterbukaan perdagangan, dan pengambilan risiko korporasi di sektor manufaktur global.
Humas UNS