Guru Besar UNS hadiri World Bank Group/ IMF Spring Meetings 2025 di Washington

IMF Spring Meetings 2025 di Washington

UNS— Guru besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Wimboh Santoso, S.E., M.Sc., Ph.D. menghadiri pertemuan Spring Meeting IMF di Washington DC pada tanggal 17 hingga 24 April 2025. Pertemuan bergengsi tersebut dihadiri oleh para pejabat pemerintahan, gubernur bank sentral, petinggi lembaga international, eksekutif dari swasta, NGO dan akademisi.

Prof. Wimboh menyampaikan bahwa kehadiran beliau di forum tersebut dalam kapasitas sebagai ekonom dan profesor dari UNS.

Prof. Wimboh yang merupakan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2017-2022 dan pernah pula menjabat sebagai Executive Director International Monetary Fund (IMF) menyampaikan bahwa terdapat satu sesi panel menarik bertema “Debate on the Global Economy: Growth and Resilience in an Uncertain World”. “Sesi panel ini sangat dinantikan karena membahas mengenai bagaimana situasi negara-negara besar seperti Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan Argentina terkait dengan adanya kebijakan tarif dari President Trump,” terang Prof. Wimboh.

Sesi tersebut menampilkan pembicara-pembicara top level yaitu Kristalina Georgieva, Managing Director, IMF; Kristin J. Forbes, Profesor, Global Economics and Management, MIT; Jörg Kukies, Federal Minister of Finance, Germany; Rachel Reeves, Chancellor of the Exchequer, United Kingdom dan Federico Sturzenegger, Minister of Deregulation and State Transformation, Argentina.

Hampir semua negara sangat khawatir apabila kebijakan tarif tersebut benar-benar diterapkan. Namun apapun yang terjadi, semua ini harus dihadapi dengan kebijakan-kebijakan domestik masing-masing negara yang selama ini kurang menjadi perhatian. Ini dilakukan supaya bisa mengurangi dampak perang tarif yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia maupun di masing-masing negara. Efisiensi, reformasi birokrasi dan deregulasi merupakan prioritas yang harus dilakukan. Khusus Argentina telah membuat kementerian khusus “Deregulasi” meskipun tidak terlalu yakin apakah kebijakan kebijakan tersebut dapat memitigasi akibat kebijakan tarif President Trump.

Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, sangat percaya diri bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh masing-masing negara dapat memitigasi adanya perang tarif. Bahkan secara berseloroh orang nomor satu IMF tersebut menambahkan bahwa ekonomi akan semakin resilien apabila UK dan Eropa (yang diwakili Jerman) dapat bergabung lagi dalam Uni Eropa

Di lain pihak Kristin Forbes, Profesor Ekonomi dari MIT, tidak yakin kebijakan-kebijakan yang dilakukan masing-masing negara tersebut bisa mengurangi dampak dari tarif yang diterapkan oleh President Trump.

Humas UNS