Hadirkan Inkubator Bisnis, UNS Resmikan Innovation Hub

Hadirkan Inkubator Bisnis, UNS Resmikan Innovation Hub

UNS — Bersamaan dengan dibukanya Program Semesta 2021, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meresmikan inkubator bisnis yang dikenal dengan UNS Innovation Hub (I-Hub) pada Jumat (21/5/2021). UNS i-hub merupakan sebuah divisi di bawah Direktorat Inovasi dan Hilirisasi yang mewadahi aktivitas komersialisasi hasil-hasil riset dan inovasi. Selain itu, UNS I-Hub juga memfasilitasi pengembangan ide baru, penyaluran kreativitas, serta akselerasi inovasi dengan agenda utama yakni pengembangan ekosistem bisnis dan inkubasi startup.

Sebagai negara dengan kepadatan penduduk tertinggi keempat di dunia, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar. Apabila potensi tersebut didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, maka kedepannya daya saing produk Indonesia akan naik secara signifikan. Inovasi yang dihasilkan dari bisnis startup juga dapat menjadi solusi untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia sehingga Indonesia dapat mereduksi impor dan meningkatkan ekspor.

UNS I-Hub hadir dari keterbacaan peluang yang ditangkap oleh UNS khususnya di bidang kreativitas dan inovasi. Saat ini, bidang tersebut dinilai sebagai kunci utama kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi dengan sumber daya intelektual yang kompeten memiliki potensi yang besar untuk memanfaatkan peluang tersebut. Akan lebih optimal lagi apabila potensi tersebut dikelola dengan baik dan dikaitkan dengan industri sehingga dapat menciptakan ekosistem bisnis baru.

“UNS Innovation Hub merupakan media pertemuan antara inovator, investor, dan sebagainya. Dari situ maka akan berkembang ide-ide baru, talent scouting dari calon tenan yang bisa menyalurkan kreativitas dan inovasinya di dalam UNS Innovation Hub,” ujar Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo.

Berdasarkan fungsinya, UNS I-Hub mengembangkan model bisnis terstruktur yang terbagi menjadi tiga fase, yaitu fase pre-incobation, incubation, dan post incubation.

Fase pre-incubation merupakan fase yang bertujuan untuk membangun ekosistem startup, talent scouting, RG dan lab, serta membangun kolaborasi baik dengan komunitas maupun mitra. Sementara fase incubation bertujuan untuk mengembangkan talen individu, seperti pengembangan ide, potensi, alih teknologi dan bisnis hingga membangun sustainable startup.

“Di inkubasi ini produk-produk yang diinkubasi bersama para tenannya betul-betul diuji supaya bisa lolos ke pasar dan juga supaya bisa sustain,” jelas Prof. Kuncoro.

Setelah masa inkubasi selesai, terdapat dua output penting bagi UNS terkait dengan Indikator Kinerja UNS (IKU) yaitu menghasilkan lulusan yang berwirausaha dan juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, fase terakhir yakni post incubation bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan startup melalui pengenalan pasar dan investor.

UNS I-Hub juga berkomitmen dalam menciptakan budaya startup dan budaya berwirausaha di UNS. Sebagai wujud komitmennya, UNS i-hub menghadirkan dua program yakni Pengembangan Hasil Riset dan Inovasi (PHRI) Batch II dan Program Semesta 2021.

PHRI Batch II berfokus pada penarikan hasil riset peneliti yang berasal dari mahasiswa, tendik di laboratorium, dan dosen. Sementara untuk Program Semesta 2021 bertugas untuk melakukan pengembangan budaya startup di UNS dan proses inkubasi yang akan diterapkan oleh Divisi Startup dan Inkubasi.

“Harapan kita, UNS I-Hub mampu mendorong, mengakselerasi, dan menghadirkan produk-produk dari hasil riset dan inovasi kepada masyarakat maupun kepada industri atau user.” Humas UNS

Reporter: Alinda Hardiantoro
Editor: Dwi Hastuti