Riset Grup Olahraga Pendidikan FKOR UNS Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN Wirun 1 Sukoharjo

Riset Grup Olahraga Pendidikan FKOR UNS Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN Wirun 1 Sukoharjo

UNS — Sebagai salah satu wujud Tri Darma Perguruan Tinggi, Grup Riset (GR) Olahraga Pendidikan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat di SD Negeri Wirun 1 Mojolaban, Sukoharjo. Program pengabdian masyarakat yang berjudul “Pendampingan Penggunaan TGMD-2 sebagai Instrumen Pengukuran Gerak Dasar Lokomotor dan Manipulatif Anak Umur 3 sampai 9 Tahun di KKG PJOK Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah” telah dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada Rabu (19/5/2021). Kegiatan ini dibuka oleh Drs. Purwanto, M.Si., selaku ketua K3S Kecamatan Mojolaban serta diikuti oleh sebanyak 15 orang guru pendidikan jasmani di KKG PJOK Kecamatan Mojolaban .

Diketuai oleh Dr. Hanik Liskustyawati, M.Kes., kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan gerak dasar anak kelas 1 sampai 3 Sekolah Dasar (SD) yang mana dapat dijadikan salah satu upaya menyusun perbaikan pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini dapat digunakan sebagai cara dalam mendeteksi sejak dini kekurangan dan kelebihan kemampuan gerak dasar anak dengan menggunakan norma yang sudah ada.

Tim uns.ac.id berkesempatan menghubungi salah satu pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat ini, Joko Nugroho. Dalam penjelasannya, kegiatan pengabdian masyarakat ini dibiayai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Mayarakat (LPPM) UNS dan memberikan fasilitas kepada peserta berupa materi, alat TGMD-2 sebanyak 5 set, serta sertifikat workshop.

Riset Grup Olahraga Pendidikan FKOR UNS Adakan Pengabdian Masyarakat di SDN Wirun 1 Sukoharjo

Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 3 tahapan. Pada tahap pertama berupa pemberian petunjuk teknis tentang Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) dari membuat sarana tes pengukuran, menyusun alat dan petunjuk pelaksanaan tes, dan pengukuran TGMD-2. Tahap berikutnya, peserta melaksanakan TGMD-2 di lapangan dengan menggunakan sampel anak umur 9 tahun berjumlah 4 orang anak. Serta pada tahapan terakhir, peserta melakukan penghitungan hasil tes dan pengukuran TGMD-2 dengan dibimbing dan didampingi dosen. Bimbingan yang diberikan kepada peserta dilakukan hingga peserta mengetahui dan memahami langkah-langkah penentuan status kemampuan gerak dasar anak.

“Harapan dari kegiatan ini adalah para guru SD mengetahui bagaimana cara mengukur kemampuan gerak dasar anak sehingga dalam perbaikan pembelajaran gerak dasar dapat semakin baik. Apabila menemukan tingkat kemampuan gerak dasar yang sangat baik bisa disalurkan ke klub-klub sekolah maupun umum sebagai calon bakal atlet,”  tutur Joko Nugroho. Humas UNS

Reporter: Rangga Pangestu Adji
Editor: Dwi Hastuti