Ikatani UNS Salurkan Bantuan untuk Bencana Sumatra

UNS– Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian (Ikatani) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ikut menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra. Pengiriman bantuan pertama dilakukan Rabu (17/12/2025) ini menuju Posko Bencana di Padang, Sumatra Barat. Sebelumnya pada Selasa (16/12/2025), Ikatani juga menyampaikan donasinya, kepada Tim UNS Peduli yang akan berangkat ke Aceh.

Pada pekan pertama Desember, Ikatani mengumpulkan donasi Ikatani Peduli sebesar Rp 42,3 juta berasal lebih dari 80 alumni FP UNS. Dari jumlah itu, Rp 32,2 juta dialokasikan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Rp 10 juta dialokasikan untuk korban bencana di Sumatra Barat.

Koordinator distribusi bantuan Ikatani di Padang, Eko Harmanto, mengatakan bantuan akan diserahkan ke Posko Induk Bencana Rumdin Kota Padang. Sesuai permintaan Posko Bantuan, donasi Ikatani Peduli diwujudkan di antaranya obat-obatan, pakaian dalam wanita atau pria, sabun, sikat gigi, pasta gigi, kaos kaki, lampu emergency dan lain-lain. Dalam pendistribusian tim Ikatani dibantu oleh mahasiswa dari STIFARM Padang.

Ketua Umum Keluarga Alumni FP UNS, Dr. Dina Hidayana, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berbagi rezeki. “Terima kasih atas bantuan dan upaya gotong-royong Mas/Mbak semua. Dan mohon maaf atas segala keterbatasan dalam mengemban amanah ini,” katanya.

Penyerahan bantuan ke Tim UNS Peduli disampaikan oleh Sekjen Ikatani, Heru Ismantoro bersama Wakil Sekjen Ikatani, Yuninanto serta Kabid Komunikasi dan Media Massa, Hanifah Ihsaniyati. Secara simbolis bantuan diterima oleh tim UNS Peduli, Dr. Agung Hidayat.

Dr. Agung mengatakan distribusi bantuan akan dilakukan di Kecamatan Langkahan Aceh Utara dan di Lhokseumawe. UNS berkoordinasi dengan Universitas Malikussaleh untuk mengefektifkan pergerakan bantuan. “Nanti sebagian bantuan ini akan kami belikan di sana. Kami sudah mendapatkan permintaan dari sana, misalnya buku tulis, tas dan lain-lain,” ujar Agung.

Dr. Agung juga menyampaikan bahwa mereka membutuhkan sepatu boot untuk pergerakan anggota tim di lapangan. HUMAS UNS