Kepala Laboratorium Material Maju Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNS

Kepala Laboratorium Material Maju Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNS
Kepala Laboratorium Material Maju Dikukuhkan Sebagai Guru Besar UNS

UNS – Prof. Dr.T. Ir. Endah Retno Dyartanti, M.T. dikukuhkan sebagai Guru Besar pada Bidang Keilmuan Teknologi Proses Elektrokimia – Teknologi Membran. Pidato inaugurasi yang Prof. Endah Retno angkat berjudul “Membran Separator Berbasis Polimer Alam untuk Peningkatan Kapasitas dan Keamanan Baterai Menuju Kemandirian Industri Baterai di Indonesia”.

Prof. Endah Retno dikukuhkan langsung oleh Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Senin (10/2/2025). Prosesi tersebut berlangsung di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS. Prof. Endah dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-33 pada Fakultas Teknik (FT) dan ke-334 di UNS.

Prof. Endah Retno dalam pidatonya menyampaikan bahwa perangkat elektronik portabel, kendaraan listrik, dan sistem penyimpanan energi grid-scale (ESS) banyak menggunakan Baterai Ion Litium (BIL). Oleh karena itu untuk menjaga keberlanjutan penggunaan energi terbarukan skala besar di masa depan, pengembangan BIL yang berbiaya rendah, hemat energi, dan ramah lingkungan sangat diperlukan. Beliau juga menyampaikan bahwa polimer alam dirancang sebagai alternatif dari polimer polyolefin yang digunakan sebagai membran separator. Polimer alam memiliki berbagai keunggulan untuk penggunaan energi berkelanjutan.

“Membran separator yang digunakan komersial saat ini berbasis polyolefin yaitu polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Polyolefin digunakan karena sifat isolasinya, kekuatan mekanis, dan stabilitas elektrokimia yang sangat baik. Meskipun begitu membrane ini tidak ramah lingkungan dan stabilitas termalnya rendah. Polimer Alam yang memiliki keunggulan kelimpahan alami, ramah lingkungan, berkelanjutan dan stabilitas termal yang tinggi, dan dapat meningkatkan keamanan dan masa pakai BIL dapat menjadi alternatif dari Separator berbasis polioflein,” tutur Prof. Endah.

Separator, merupakan salah satu komponen penting dari BIL, sangat berpengaruh terhadap keamanan, masa pakai, dan kinerja elektrokimia BIL. Membran Separator harus memenuhi persyaratan dasar seperti porositas tinggi, afinitas elektrolit yang baik, dan penyerapan elektrolit yang besar, untuk mencapai kinerja elektrokimia yang baik. Pengembangan Membran Separator dengan kekuatan mekanis dan stabilitas termal yang tinggi sangat penting untuk meningkatkan keamanan baterai untuk aplikasi skala besar.

“Pengembangan separator canggih penting untuk meningkatkan keamanan dan kinerja elektrokimia. Separator diperlukan untuk shut-down baterai saat terjadi hubungan arus pendek, atau suhu meningkat drastis. Mendesain separator tahan api sangat penting untuk mencegah penyebaran pembakaran setelah thermal runaway terjadi,” tambah Prof. Endah.

Prof. Endah Retno menekankan mengenai teknologi pembuatan membran separator berbasis polimer alam umumnya lebih sederhana dan ramah lingkungan dibandingkan dengan membran berbasis polimer sintetis. Hal ini dapat mendukung pengembangan industri baterai yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Indonesia. Pengembangan membran separator berbasis polimer alam dalam BIL dapat menjadi salah satu strategi penting untuk mencapai kemandirian industri baterai di Indonesia, baik dari segi ketersediaan bahan baku, teknologi pembuatan, maupun keamanan produk baterai.

Humas UNS
Reporter: Dikky Yudi Pradana
Redaktur: Dwi Hastuti