KKN Januari-Februari 2016 Resmi Ditarik

IMG_0272
(kiri-kanan) Sulistyo Saputro, Suharno, dan Rahayu dalam acara Penarikan KKN Mahasiswa UNS Surakarta di Pendopo, Kamis (18/2/2016).

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Januari-Februari 2016 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berakhir pada Kamis, 18 Februari 2016. Penarikan secara simbolis dilaksanakan di Kabupaten Wonogiri oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sulistyo Saputro. Dari total 2703 mahasiswa, ada 193 mahasiswa yang melaksanakan KKN di kabupaten ini dan tersebar di 2 kecamatan (20 desa). Empat tema besar yang dilaksanakan oleh 193 mahasiswa antara lain Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan, Pola Hidup Bersih dan Sehat, Peningkatan Produksi Pertanian, dan Pemberdayaan Masyarakat.

Beberapa program kerja (proker) yang menarik di Wonogiri ini antara lain adalah pelatihan dan pengembangan website pemerintahan desa, UMKM, dan lain sebagainya. Proker pengembangan website tersebut mendapat dukungan penuh dari perangkat desa setempat, khususnya Desa Waru, Slogohimo, mengingat perkembangan teknologi informasi. Selain itu, dengan adanya website, pemublikasian secara online produk-produk dalam bidang pertanian, UMKM, kesenian, dan lain-lain bisa lebih mudah.

IMG_0299
Sulistyo Saputro saat kunjungi stan pameran produk hasil KKN mahasiswa usai prosesi penarikan.

Proker UMKM sendiri yang istimewa datang dari Desa Gondangsari, Jatisrono. Mahasiswa yang ada di desa tersebut memanfaatkan Daun Jati sebagai bahan baku. Di tangan mahasiswa-mahasiswa ini, Daun Jati tersebut menjadi olahan keripik, puding, dan sirup.

Babak Baru UU Desa

Sekretaris Daerah Suharno mewakili Bupati Wonogiri memberikan apresiasi atas terlaksananya program KKN yang menginjak periode keempat ini. “Saya menyambut baik atas pelaksanaan KKN dengan keyakinan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan tambahan pengetahuan dan sumbangan pemikiran serta kerja nyata dalam meningkatkan dan menumbuhkan SDM sehingga dapat berperan aktif dalam pelaksanaan UU Desa,” ucap Suharno membacakan pesan dari Bupati Wonogiri yang berhalangan hadir.

IMG_0265
Sulistyo sampaikan sambutannya, bahwa dana desa bisa menjadi musibah bagi masyarakat jika penatakelolaannya tidak tertib dan baik.

Sulistyo sendiri mengatakan bahwa mahasiswa sebagai agen pembaharu juga ikut berperan serta membantu pemerintah pusat dalam pengimplementasian UU Desa. Menurutnya, dana sekitar Rp 1,2 miliar tersebut agar bisa menjadi berkah untuk masyarakat desa harus dikelola dengan tertib dan sebaik-baiknya. Peran mahasiswa di sini adalah mendampingi pemerintah desa dalam hal perencanaan, pengelolaan anggaran terkait dengan proses administrasi. Hal ini berdasarkan memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani pihak UNS dan Kementerian Desa PDTT.

Ketua Unit Pelaksana KKN Rahayu sendiri menambahkan bahwa periode depan, Juli-Agustus 2016, pihaknya akan melibatkan mahasiswa KKN dalam Rencana Pembangun Jangka Menengah Desa. “Mahasiswa banyak terlibat dalam RPJM, kemudian implementasi kegiatan yang sudah direncanakan mahasiswa, pembuatan pembukuan yang bagus seperti apa,” tuturnya.

Selain upacara penarikan, pada hari tersebut juga diadakan pameran terkait dengan produk-produk yang dihasilkan mahasiswa seperti produk makanan, batik Wonogiri, peta administratif, dan sebagainya.[] (Dodo.red.uns.ac.id)