Peran LPPM Dukung UNS Jadi PTN-BH

Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro dalam jumpa pers usai tarik mahasiswa KKN di Wonogiri, Kamis (18/2/2016).
Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro dalam jumpa pers usai tarik mahasiswa KKN di Wonogiri, Kamis (18/2/2016).
Kepala LPPM UNS Sulistyo Saputro dalam jumpa pers usai tarik mahasiswa KKN di Wonogiri, Kamis (18/2/2016).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sebelas Maret (LPPM UNS) Surakarta Sulistyo Saputro saat jumpa pers mengungkapkan bahwa dirinya telah menandatangani kontrak penelitian dan pengabdian masyarakat yang berasal dari Dana Kompetitif dan Desentralisasi, Rabu (17/2/2016). Sampai saat ini, sudah ada 241 judul penelitian dan 55 judul pengabdian kepada masyarakat. Dana yang didapat dari 2 skema tersebut adalah 20 miliar rupiah, dengan rincian 17 miliar rupiah dari penelitian dan 3 miliar rupiah dari pengabdian kepada masyarakat.

“Menurut info dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, ini belum kontrak akhir, jadi masih ada peluang untuk mendapatkan dana riset dan pengabdian kepada masyarakat lagi,” tutur Sulistyo.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Sulis juga menyampaikan peran LPPM dalam rangka mendukung UNS menuju perguruan tinggi negeri berbadan hokum (PTN-BH). Bahwa sebuah PTN-BH tersebut memiliki indikator, beberapa diantaranya adalah: publikasi internasional yang memadai, revenue generating unit (RGU) atau unit penghasil pendapatan yang memadai, dan beberapa lainnya. Terkait dengan RGU, LPPM yang memiliki pusat studi seperti Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPKwu) berperan untuk menciptakan pendanaan untuk PTN-BH ke depan. “Karena pada dasarnya, PTN-BH itu PTN yang sudah dewasa, PTN yang sudah mampu berkembang mengarah ke mandiri,” jelas Sulis.

Lebih jauh, kegiatan-kegiatan selama 2015 akan dilanjutkan bahkan intensitasnya akan ditingkatkan, di antaranya adalah publikasi ilmiah internasional yang berupa jurnal maupun prosiding seminar internasional yang terindeks. [] (dodo.red.uns.ac.id)