UNS – Dua mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meraih podium dalam kompetisi Kolaborasi Membuat Iklan Memenuhi Ketentuan (KOMIK) yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Yustitia Hasna’ Ramadhani dan Zafira Rahmasari Hanafi mendapatkan juara dua dari keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut.
Melalui lomba KOMIK ini, tim perwakilan UNS berfokus dalam pembuatan iklan yang kreatif, namun juga memenuhi semua ketentuan dari BPOM. Yustitia kepada uns.ac.id, Minggu (3/11/2024) mengaku bahwa dirinya dan tim turut bekerja sama dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperkenalkan produk mereka dengan cara yang fresh dan relatable kepada audiens.
“Jadi, selain tampil menarik, konten yang kami buat benar-benar sesuai aturan, terutama dalam hal periklanan pangan. Kolaborasi dengan UMKM sangat berarti karena kita jadi belajar bagaimana mengemas pesan promosi yang mematuhi regulasi tapi tetap bisa menarik minat konsumen. Selain itu, proses persiapannya cukup menantang tapi seru! Kami harus brainstorming banyak ide, mengeksplorasi konsep yang unik, dan melakukan beberapa kali revisi supaya hasil akhirnya sesuai standar yang ditetapkan BPOM. Diskusi antar anggota tim dan UMKM jadi bagian yang nggak terpisahkan, bahkan kadang bikin kita begadang bareng demi hasil terbaik,” jelas Yustitia.
Lomba KOMIK ini sendiri adalah event tahunan yang diadakan BPOM, dan tahun ini cukup spesial karena melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai kampus. Kompetisi tersebut dibagi menjadi beberapa tahap, mulai dari seleksi awal sampai workshop dan diakhiri penjurian. Dari banyaknya pendaftar, tim perwakilan UNS terpilih diantara 20 tim yang lolos ke tahap workshop.
“Workshopnya sendiri cukup intens, selama dua hari kami dapat pembekalan soal peraturan periklanan dari BPOM, juga belajar cara bikin konten dari content creator profesional. Setelah itu, kami harus membuat iklan kolaborasi dengan UMKM, yang nantinya dinilai berdasarkan kreativitas dan kesesuaiannya dengan regulasi. Nah, poin yang kami dapatkan untuk juara 2 ini merupakan akumulasi dari beberapa aspek tadi, kesesuaian dengan ketentuan BPOM dan kreativitas dalam menyampaikan pesan,” tambah Yustitia.
Yustitia menambahkan bahwa dirinya cukup terkejut dengan hasil yang didapatkan. Keberhasilan tim adalah hasil dari jerih payah sebelumnya. Dirinya juga berpesan kepada teman-teman yang lain agar tidak takut untuk mencoba karena pengalaman dapat memberikan banyak pelajaran berharga.
“Jujur, senang dapat juara 2 di ajang ini! Selain jadi kebanggaan pribadi, hasil ini juga apresiasi untuk tim atas semua usaha yang sudah kita keluarkan. Rasanya seperti bukti nyata kalau usaha, kolaborasi, dan ketelitian dalam mematuhi ketentuan itu penting dan bisa jadi nilai lebih. Buat teman-teman, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru dan menantang, apalagi kalau itu di luar zona nyaman kita. Kolaborasi dengan UMKM ini mungkin hal baru buat kami, tapi ternyata membawa banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga. Jadi, kalau ada kesempatan yang sama di lain waktu, manfaatkan dengan maksimal,” pesannya.
Raihan mahasiswa UNS ini sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-4 “Pendidikan Berkualitas”. Pendidikan berkualitas sangat penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. HUMAS UNS



















