SOLO – Ibarat tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit, haruslah daya imunitasnya ditingkatkan. Satu di antara upaya itu adalah melalui vaksinasi. Dalam perspektif sosial, ada tiga penyakit yang sanget besar dampak negatifnya, yaitu: kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterbelakangan beradaban.
Demikian ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Mohammad Nuh dalam sambutannya yang dibacakan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS. pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5/2013), di halaman Kantor Pusat kampus setempat.
Nuh menjelaskan, cara untuk menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari ketiga macam penyakit tersebut adalah pendidikan. “Oleh karena itu, pendidikan dapat menjadi vaksin sosial,” kata Nuh.
Selain sebagai vaksin sosial, lanjut Nuh, pendidikan juga merupakan elevator sosial untuk dapat meningktakan status sosial. “Kita memerlukan vaksin dan elevator sosial itu sehingga kita terhindar dari tiga penyakit tersebut dan sekaligus mampu meningkatkan status sosial,” terangnya.
Pada kesempatan itu pula Nuh mengajak kepada semua pecinta dunia pendidikan untuk bersama-sama membuka posko anti drop out (DO) atau anti putus sekolah pada awal tahun pelajaran mendatang. “Kita ingin memastikan agar anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dari jenjang pendidikan dasar ke menengah,” tegas Menteri.
Nuh juga mengajak untuk terus meningkatkan dan keikhlasan dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. “Akhirnya, mari kita tingkatkan upaya dan keikhlasan kita dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Semoga apa yang kita lakukan dalam dunia pendidikan selama ini menjadi bagian dari ibadah kita. Amin,” pungkasnya.[]



















