Posko Tanggap Bencana UNS Langsung Tangani Korban Gempa

  • Posko Tanggap Bencana

UNS – Tiba di Desa Gumantar, Lombok Utara, Selasa (7/8) lalu, Posko Tanggap Bencana kerja sama antara Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, RS Moewardi, PMI Surakarta, tim SAR UNS, Mapala Vagus, Ikatan Alumni UNS (IKA UNS), dan TNI Angkatan Udara langsung menangani korban gempa. Sebagian besar korban gempa mengalami patah tulang dan benturan kepala. Posko ini akan berdiri selama dua minggu untuk kemudian dievaluasi kembali.

“Kalau memang masih dibutuhkan dan logistik kami mendukung, bisa dilanjutkan,” ujar Koordinator Tim yang juga Dekan FK UNS Prof. Hartono, yang tengah berada di Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8).

Tim tanggap bencana yang dikirimkan UNS ke NTB terdiri dari dua tim, yakni medis dan non medis. Tim SAR dan Mapala Vagus yang berangkat Senin (6/8), melakukan survey dan mendirikan posko di Desa Gumantar, salah satu lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di Lombok Utara yang berjarak dua jam dari Mataram.

Posko Tanggap Bencana

Di tempat itu ada enam dusun yang rusak parah karena bangunan rata dengan tanah. Sekitar 1000 orang mengungsi di lima posko swadaya dengan tenda seadanya. Kawasan itu, kata Hartono, belum terjamah bantuan hingga hari ke-2 gempa padahal banyak yang mengalami luka serius.

Sementara itu, tim medis terdiri dari dua tim. Tim pertama terdiri dari 14 dokter spesialis dari RSUD Moewardi dan FK UNS langsung diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB pada Rabu (8/8) pagi dan langsung bekerja di RSU Mataram. Tim kedua, yakni tim khusus bedah orthopedi sebanyak 10 orang yang terdiri dari dokter spesialis orthopedi, anestesi, perawat, dan tim pendukung. Tim ini juga bekerja di RSU Mataram.

Menurut Hartono, sebagian besar korban gempa ditangani di tempat. Pada Rabu (8/8), ada 125 pasien yang ditangani. Sementara pada Kamis (9/8), ada 97 pasien ditangani. Korban luka berat dirujuk ke RSU Mataram.

Selain membawa tim medis, tim gabungan UNS juga membawa bantuan untuk korban gempa, yakni sembako untuk 1000 orang hingga tujuh hari pertama, lima buah tenda, empat tandon air, satu genset, 100 tikar, obat-obatan, air mineral, dan peralatan untuk Kepala Desa Gumantar, yakni laptop dan printer.

“Korban gempa masih membutuhkan sembako, tenda, tikar, selimut, obat-obatan dan tim medis, pembalut wanita, dan popok sekali pakai untuk anak, tandon air, dan genset.” kata Hartono lagi. (HUMAS UNS)

By | 2018-08-11T15:16:53+00:00 11 August 2018|Categories: Berita Terkini|