UNS — Program Penguatan Kapasitas (PPK) Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Komadiksi Smart Universitas Sebelas Maret (UNS) berikan pendampingan menuju desa wirausaha di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Program PPK Ormawa Komadiksi Smart UNS sudah berjalan dari tahun kemarin dengan pembuatan tepung mocaf dari singkong jalak towo yang didasarkan pada potensi yang ada di desa.
PPK Ormawa Komadiksi Smart UNS dibimbing oleh Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si. Aspek Pemerintah Desa (Pemdes) Ngargoyoso turut serta dalam kegiatan yang dijalankan. Mereka adalah Kepala Desa Ngargoyoso, Waluyo, Sekretaris Desa Ngargoyoso, Sunarto, Kelompok Wanita Tani (KWT) Candrawati Mandiri, Kelompok Tani Sido Subur, serta Bumdes Ngargoyoso Isnanto.
Kepada uns.ac.id, Ketua Tim PPK Ormawa Komadiksi Smart UNS, Riyan Bagas Dwi Prasetyo menyampaikan tema dan program kerja tim yang akan diusung dengan judul “Inovasi Usaha Mie Mocaf melalui Rumah Produksi dan Pendampingan Keuangan di Desa Ngargoyoso”.
“Tujuan proyek ini adalah untuk menciptakan ekosistem usaha yang terintegrasi dan berkelanjutan, meningkatkan produktivitas dan kualitas produk hasil usaha kelompok sasaran, serta meningkatkan value proposition produk unggulan lokal Desa Ngargoyoso,” ujar Riyan Bagas, Sabtu (26/8/2023).
Program ini dilaksanakan selama Juli hingga November. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pembukaan dan sosialisasi program PPK Ormawa kepada warga Desa Ngargoyoso, pembuatan rumah produksi, pelatihan pembuatan mie mocaf, kunjungan industri, produksi mie mocaf, workshop kewirausahaan, workshop digital marketing, produksi & pemasaran, serta pendampingan keuangan.
PPK Ormawa Komadiksi Smart UNS sempat mengadakan Sosialisasi Program Kerja yang mereka rancang kepada masyarakat Desa Ngargoyosopada akhir Juli lalu. Diskusi aktif terjalin antara dosen, mahasiswa, perangkat desa, kelompok tani, dan Bumdes terkait rencana program yang telah dipaparkan.

“Ada beberapa hal yang harus dibenahi pada tahun kedua ini yang rencana pembuatan mie mocaf yang nantinya menciptakan desa wirausaha, maka harus direncanakan untuk terkait produk berupa legalitas usaha misalnya NIB, UMK, PIRT. Terkait kandungan komposisi pada produk bisa dilakukan analisis. Selain itu diberikan merk produk tepung mocaf Jayasri dan keripik singkong yang sebelumnya belum ada dan juga selaraskan dengan rencana desa yang dapat mendukung kolaborasi dengan PPK,” saran Rysca Indreswari, S.Pt., M.Si., selaku dosen reviewer.
Antusiasme warga serta pemerintah desa dan lainnya sangat positif dan baik. Sunarto selaku Sekretaris Desa Ngargoyoso menyatakan bahwa akan memberikan dukungan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Ngargoyoso. Pihak desa siap mendukung dengan menyediakan lahan kosong untuk penanaman singkong jalak towo, serta menyediakan tempat sementara untuk produksi tepung mocaf dan rumah produksi.
Para mahasiswa berterima kasih atas dukungan dan peran serta masyarakat yang membuat pelaksanaan program dapat berjalan dengan lancar. Program kerja yang berjalan diharapkan dapat menjadi kontribusi UNS dalam pemberdayaan masyarakat. Program-program yang telah berjalan akan terus berlanjut dari tahun ke tahun yang akan datang. Humas UNS
Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti
















