Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS menampilkan inovasi fashion berbasis riset di INACRAFT 2026 Yogyakarta pada 16 Juli. Mahasiswa memamerkan koleksi Wredhi Laras dan hasil riset revitalisasi batik.
UNS — Program Studi S1 Desain Mode, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan industri kreatif Indonesia melalui keikutsertaan pada INACRAFT 2026 di Yogyakarta pada 16 Juli kemarin. Pada ajang kerajinan terbesar di Indonesia tersebut, Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS berpartisipasi dalam dua agenda utama, yakni fashion show dan pameran hasil riset, sebagai bentuk implementasi hilirisasi penelitian menuju pemanfaatan nyata bagi masyarakat dan industri.
Pada sesi fashion show, Mahasiswa Muhammad Rifqi Hasya menampilkan koleksi busana bertajuk Wredhi Laras, di bawah bimbingan Dr. Ratna Endah Santoso, S.Sn., M.Sn. Koleksi ini menghadirkan eksplorasi desain kontemporer yang berpijak pada nilai-nilai budaya Jawa melalui pendekatan konstruksi busana inovatif.
Wredhi Laras merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Jawa. Wredhi yang berarti pertumbuhan dan Laras yang berarti keselarasan. Judul tersebut dipilih untuk merepresentasikan filosofi “Alon-Alon Waton Kelakon”, yakni keyakinan bahwa setiap tujuan dapat dicapai melalui proses yang bertahap, penuh kesabaran, dan konsisten. Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk busana melalui eksplorasi teknik pattern magic, yang menghasilkan struktur, layering, dan volume yang berkembang secara gradual.
Koleksi ini memanfaatkan kain lurik sebagai material utama untuk memperkuat dialog antara tradisi dan desain modern. Pendekatan tersebut menghadirkan harmoni antara warisan tekstil Nusantara dengan eksplorasi fesyen kontemporer yang inovatif. Sasaran koleksi adalah perempuan urban yang memiliki apresiasi terhadap kreativitas, detail konstruksi, dan nilai etnik yang dikemas secara modern.
Empat ensemble ready-to-wear dalam koleksi ini merupakan hasil studi mendalam terhadap teknik pattern magic yang dipadukan dengan manipulasi kain lurik. Struktur busana diperkuat melalui penggunaan material pendukung seperti underlining, interfacing, interlining, viselin, kufner, voal, tulle, dan crinoline, sehingga mampu mempertahankan bentuk-bentuk struktural yang kompleks. Berbagai teknik manipulasi tekstil seperti fold, twist, dan hollow diterapkan untuk menghasilkan karakter busana yang unik sekaligus memperlihatkan ketelitian proses konstruksi pada setiap detailnya.


Selain fashion show, Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS juga mengikuti pameran hasil riset sebagai bagian dari pelaksanaan Program Hilirisasi Riset – Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi (Sinergi) Tahun 2025–2026 dengan tema “Revitalisasi Batik dengan Zat Warna Alam dalam Rangka Peningkatan Nilai Tambah Kerajinan Batik di Daerah Klaten dan Sukoharjo”.
Program riset tersebut diketuai oleh Prof. Dr. Sarwono, M.Sn. dengan anggota tim peneliti Dr. Sujadi Rahmat Hidayat, S.Sn., M.Sn.; M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn.; dan Nisaul Hasanah A. Rosyad, S.Ds., M.B.A. Penelitian ini berfokus pada pengembangan inovasi batik berbasis pewarna alam untuk meningkatkan kualitas estetika produk, memperkuat aspek keberlanjutan, pelestarian lingkungan, serta daya saing industri batik lokal.
“Melalui keikutsertaan pada INACRAFT 2026, hasil-hasil penelitian yang sebelumnya berada pada ranah akademik mulai diimplementasikan dalam bentuk produk kreatif yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku industri. Sinergi antara penelitian, inovasi desain, dan kebutuhan pasar menjadi langkah strategis dalam mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi,” terang M. Rudianto kepada uns.ac.id, Selasa (28/7/2026).
Partisipasi Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS pada ajang nasional ini sekaligus menjadi bukti komitmen universitas dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Melalui karya mahasiswa dan hasil penelitian dosen, FSRD UNS terus mendorong lahirnya inovasi fesyen dan tekstil yang mengedepankan identitas budaya Indonesia, teknologi desain, serta prinsip keberlanjutan sebagai fondasi pengembangan industri mode masa depan.
Keikutsertaan dalam INACRAFT 2026 diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi inovasi fesyen berbasis riset kepada publik nasional maupun internasional. Momentum ini juga menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi kreatifnya, sekaligus mempertegas peran FSRD UNS sebagai institusi pendidikan yang aktif menghasilkan karya-karya inovatif yang berdampak bagi pengembangan industri kreatif Indonesia. Ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, inovasi industri, pekerjaan layak, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa yang ditampilkan Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS di INACRAFT 2026?
Prodi S1 Desain Mode FSRD UNS menampilkan inovasi fashion melalui fashion show dan pameran hasil riset. Lihat di artikel
Apa tema koleksi busana yang ditampilkan mahasiswa FSRD UNS?
Mahasiswa menampilkan koleksi busana bertajuk Wredhi Laras yang mengeksplorasi desain kontemporer berpijak pada nilai-nilai budaya Jawa. Lihat di artikel
Apa fokus dari program riset yang dipamerkan oleh FSRD UNS?
Program riset berfokus pada revitalisasi batik dengan zat warna alam untuk peningkatan nilai tambah kerajinan batik.
Bagaimana partisipasi UNS di INACRAFT 2026 mendukung industri kreatif?
Partisipasi ini mengimplementasikan hasil penelitian menjadi produk kreatif, memperkuat sinergi penelitian, inovasi desain, dan kebutuhan pasar. Lihat di artikel


















