UNS – Prof. Dr. Ir. Joko Sutrisno, M.P. merupakan Guru Besar ke-46 pada Fakultas Pertanian (FP) dan ke-321 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Beliau dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang ilmu Kepakaran Ekonomi Sumber Daya Pertanian. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Nilai Penting Valuasi Ekonomi Konservasi Lahan Pertanian dalam Mendukung Keberlanjutan Swasembada Pangan”.
Dalam pidatonya, Beliau yang juga menjabat sebagai Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNS menyampaikan bahwa produksi pertanian sangat tergantung pada kuantitas dan kualitas sumberdaya lahan. Hal yang kini dicermatinya adalah terdapat setidaknya dua tantangan untuk meningkatkan produksi pertanian. Berkurangnya luas lahan dan degradari lahan merupakan tantangan yang perlu mendapat perhatian. Berkurangnya luas lahan pertanian disebabkan maraknya alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian. Penurunan kesuburan lahan pertanian juga sendiri disebabkan praktik pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi.
Prof. Joko Sutrisno menekankan pentingnya pengelolaan lahan pertanian yang memperhatikan kaidah-kaidah konservasi. Hal ini akan mengurangi potensi erosi yang tentunya menghindarkan pada degradasi lahan. Pada wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) bagian hulu, beberapa hal akan mampu dihindari seperti penurunan produktivitas lahan, penurunan pendapatan petani, dan terjadinya lahan kritis, maupun pada wilayah hilir dari DAS yaitu sedimentasi danau atau waduk, banjir, dan kekeringan.
“Degradasi lahan tersebut secara ekonomi akan sangat merugikan. Kerugian tersebut bisa dihitung dengan melakukan valuasi ekonomi terhadap kerusakan sumberdaya lahan yang ada dan akibat yang ditimbulkannya,” tutur Prof. Joko Sutrisno.
Kepakaran Beliau salah satunya mendalami cara menghitung besaran kerugian di wilayah terjadinya degradasi. Hal tersebut menggunakan pendekatan biaya pengganti yang harus dikeluarkan untuk memulihkan lahan seperti semula baik secara fisik, kimia, maupun biologi. Pada wilayah hilir, kerugian dihitung berdasarkan berkurangnya atau hilangnya fungsi/jasa lingkungan.
Berdasarkan pendalaman valuasi ekonomi oleh Prof. Joko Sutrisno, kerugian yang ditimbulkan jika terjadi degradasi lahan akan sangat besar. Cara mencegah terjadinya degradasi lahan dengan memperhatikan kaidah-kaidah konservasi menjadi tindakan yang penting. Konservasi sumberdaya lahan turut mempertahankan kesuburan lahan. Hal ini berdampak positif pada produktivitas pertanian yang bisa terus terjaga. Rekomendasi tersebut dinilai dapat mendukung keberlanjutan swasembada pangan.
Ketua Dewan Profesor UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D., dalam sambutan pengukuhan guru besar menyoroti pentingnya keberlanjutan yang digagas, termasuk oleh Prof. Joko Sutrisno. Karya mereka terus dinantikan melalui penelitian dan penemuan lainnya. Hal ini mengingat sejumlah guru besar masih berada pada usia muda ketika saat ini dikukuhkan.
“Dari Prof. Joko Sutrisno, aktivitas pertanian harus memperhatikan kaidah konservasi agar sumber daya lahan, kesuburan tanah tetap terjaga sehingga produksi pertanian tetap terjaga,” ujar Prof. Suranto.
Humas UNS



















