Proposal Penelitian UNS Lolos Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Tahap 1

Evaluasi Ketua MRPTNI soal Kuliah Daring selama Pandemi Covid-19

UNS – Kabar bahagia sekaligus membanggakan diterima oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta usai Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemristek/ BRIN) mengumumkan kelolosan proposal penelitian yang diusulkan UNS pada Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19.

Menanggapi surat pengumuman bernomor: B/1/ F2/PI. 01.00/2020 tentang Judul Proposal Kegiatan yang Direkomendasikan Untuk Pendanaan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 Tahap 1, Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho, mengaku bersyukur atas hasil yang diterima UNS.

Alhamdulilah dari dana (red: Kemenristek/ BRIN), UNS bisa ikut serta dengan 13 judul yang menang untuk kompetisi itu. Dan, sebanyak 13 judul proposal penelitian dari UNS dinyatakan lolos pendanaan,” ujar Prof. Jamal saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (28/5/2020).

Dikutip dari laman resmi ristekbrin.go.id/covid19/, Program Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia untuk melawan Covid-19 dalam bentuk produk dan pengkajian dengan menghasilkan inovasi. Pada tahun ini, Kemristek/ BRIN menganggarkan dana sebesar Rp 60.899.405.715 untuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19. Dari anggaran tersebut, UNS memperoleh dana penelitian sebesar Rp2.342.778.337.

“Ketika kasus Covid merebak di awal Maret, langkah yang kami lakukan adalah segera membentuk konsorsium ini, di satu sisi bottom up dan di sisi lain top down. Bottom up dalam artian masing-masing perguruan tinggi maupun lembaga, mempunyai usulan aktivitas Litbangirap (penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan) yang terkait dengan Covid-19,” ujar Prof. Bambang Brodjonegoro dikutip dari laman ristekbrin.go.id/covid19/.

Sebagai salah satu institusi pendidikan, UNS membuktikan kiprah nyatanya dengan menjadi pihak yang turut membantu penanganan pandemi Covid-19 dengan sejumlah usulan penelitian. Bersama UNS, masih ada 16 perguruan tinggi negeri dan 2 perguruan tinggi swasta yang menjadi anggota Konsorsium Covid-19.

Dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Tahap 1, proposal penelitian milik UNS yang dinyatakan lolos pendanaan diantaranya adalah “Efektivitas Suplementasi Apium graveolens L pada kehamilan dalam upaya pencegahan COVID19” yang diketuai Prof. Ahmad Yunus, “Portable Ventilator Universitas Sebelas Maret” yang diketuai Ubaidillah, Ph.D, dan “Model Ideal Ketahanan Nasional Melalui Rt dan Rw Dalam Mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid 19” yang diketuai Dr. Sunny Ummul Firdaus.

Selain itu, proposal penelitian yang diajukan oleh Prof. Jamal dalam program tersebut juga tak ketinggalan dinyatakan lolos pendanaan. Bersama pakar matematika UNS Dr. Sutanto, keduanya menyusun proposal penelitian dengan judul “Model Matematika 100 Hari Skenario Penyebaran Virus Corona di Indonesia dan Kajian Hukumnya.”

“Saya bicara 100 hari secara matematika penanganan Covid-19 itu dan aspek hukumnya dengan kolaborasi ahli matematika. Situasinya 100 hari apakah dengan sudah puncaknya turun,” terang Prof. Jamal. Humas UNS/Yefta