RG Applied Counseling for Mental Health FKIP UNS Beri Pelatihan Konseling untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

RG Applied Counseling for Mental Health FKIP UNS Beri Pelatihan Konseling untuk Mengatasi Kekerasan Seksual

UNS — Research Group (RG) Applied Counseling for Mental Health Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan pengabdian dengan memberikan edukasi terkait implementasi konseling postmodern untuk mengatasi kekerasan seksual pada siswa. Kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, bertempat di SMP Negeri 5 Sragen pada Kamis (15/5/2025).

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Ribut Purwaningrum, M. Pd., dan beranggotakan Dr. Rian Rokhmad Hidayat, M. Pd., Ulya Makhmudah, M. Pd., Ma’rifatin Indah Kholili, M. Pd., Adi Dewantoro, M. Pd., Santy Andrianie, M. Pd., dan Arifah Wulandari, M. Pd. Melalui pengabdian ini, tim bertujuan untuk mengenalkan bagaimana urgensi sekaligus langkah yang tepat dalam mengatasi kekerasan seksual pada guru-guru BK sebagai salah satu komponen inti di setiap satuan pendidikan. Pelatihan ini sekaligus upaya merespon tantangan kekerasan seksual yang mencuat di masyarakat, dan kerap kali ditemui di berbagai jenjang pendidikan.

Kegiatan edukasi ini dibuka dengan sambutan oleh Prihantomo, S. Pd., M. Pd. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen.
“Guru BK merupakan benteng untuk pendidikan karakter dan kedisiplinan di sekolah. Fakta tersebut merupakan hal yang menarik, sehingga kita harus melihat kembali fungsi dan mengkaji kembali kompetensi Guru-Guru BK khususnya di Kabupaten Sragen. Tindak lanjut dari kegiatan ini, diharapkan Bapak dan Ibu bisa mengimplementasikan konseling postmodern untuk mengatasi kemiskinan moral utamanya kekerasan seksual yang terjadi di sekolah,” jelas Prihantomo.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ribut Purwaningrum, M. Pd. selaku Ketua RG Applied Counseling for Mental Health BK FKIP UNS menyampaikan hasil need assessment yang ada di lapangan.
“Kami para Dosen UNS memiliki kewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kami melakukan analisis kebutuhan pada Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kabupaten Sragen dan muncullah kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan dalam menghadapi fenomena kekerasan seksual pada siswa khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari kebutuhan yang ada, kami berharap dapat memberikan sumbangsih kepada Guru BK di Kabupaten Sragen berupa pengetahuan praktis terkait cara untuk mengatasi kekerasan seksual pada siswa menggunakan konseling postmodern. Konseling postmodern ini dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi kekerasan seksual pada siswa gen Z yang tidak terlalu suka melakukan konseling dalam waktu yang relatif lama, namun berfokus pada penemuan solusi,” ungkap Dr. Ribut.

Dr. Rian Rokhmad Hidayat, M. Pd. sebagai narasumber pada pengabdian ini menekankan bahwa kekerasan seksual harus segera diatasi dan dicegah untuk membangun lingkungan sekolah yang aman.
“Kekerasan seksual menyimpan risiko besar apabila tidak segera diatasi. Korban cenderung mendapatkan intimidasi dari pelaku sehingga sukar untuk menyampaikan pelecehan yang dialami. Guru BK bertugas untuk melakukan pendampingan terhadap korban dan membangun lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual,” jelas Dr. Rian.

Dalam kesempatan yang sama, Arie Ichwan Nurhidayat, S. Sos., M. Pd. selaku Guru BK, yang juga digandeng sebagai narasumber membagikan pengalamannya terkait best practice penanganan kekerasan seksual di sekolah. “Kekerasan seksual merupakan masalah yang rumit karena siapapun bisa menjadi pelaku. Dibutuhkan kolaborasi dengan stakeholder dan membentuk TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual di setiap sekolah,” ujar Arie

Arifah Wulandari, M. Pd., selaku anggota RG Applied Counseling for Mental Health BK FKIP UNS mengajak Guru BK untuk menganalisis video konseling. Setelah menganalisis video, Arifah Wulandari, M. Pd. memaparkan materi tentang konseling postmodern guna mengatasi kekerasan seksual pada siswa.

Dengan kegiatan pengabdian ini, RG Applied Counseling for Mental Health BK FKIP UNS berharap dapat berkontribusi dalam upaya preventif dan kuratif terkait kekerasan seksual yang terjadi di sekolah. Pengabdian ini diharapkan dapat membantu Guru BK memiliki kompetensi dalam mengatasi dan membangun lingkungan yang bebas dari kejahatan seksual. Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-17, kemitraan untuk mencapai tujuan. HUMAS UNS