Program SEA-Teacher Project, FKIP UNS Lepas 4 Mahasiswa Thailand

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) Surakarta melepas 4 mahasiswa Thailand di Gedung A FKIP UNS, Jumat (12/8/2016). Keempat mahasiswa tersebut dilepas usai mengikuti program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 4 Surakarta sejak 17 Juli-15 Agustus 2016. Keempat mahasiswa tersebut adalah Theerapat Pikulthong (Suratthani Rajabhat University), Montree Laptrakan (Phranakhon Si Ayutthaya Rajabhat University), Ketsri Yuraket (Thepsatri Rajabhat University), dan Jiratchaya Mawadee (Chiangrai Rajabhat University).

sea-teacher
Upacara perpisahan mahasiswa Thailand program SEA-Teacher Project.

Alasan dari keempat mahasiswa dari Thailand ini bisa mengajar di Surakarta adalah karena mereka mengikuti program “Pre-service Student Teacher Exchange in Southeast Asia (SEA-Teacher Project)”. FKIP UNS sendiri mengirim 6 mahasiswa untuk dikirimkan ke luar negeri yang terdiri dari 5 mahasiswa melakukan PPL di Thailand dan 1 mahasiswa di Filipina. Lima mahasiswa tersebut adalah Aziz Mustolih (Pendidikan Bahasa Inggris), Putri Safitri (Pendidikan Matematika), Zahrtunnisa (Pendidikan Fisika), Citra Mashita (Pendidikan Biologi), dan Afifah Nur M. (Pendidikan Anak Usia Dini). Sedangkan 1 mahasiswa dari Pendidikan Kimia yakni Maria Ciptaning Sabdo melakukan PPL di Filipina.

Dekan FKIP UNS, Joko Nurkamto menuturkan bahwa ada pihak ketiga yang intensif memediasi program ini yaitu Southeast Asia Ministers of Education Organization (SEAMEO). SEAMEO merupakan organisasi yang melibatkan menteri pendidikan di negara-negara Asia Tenggara. Program SEAMEO salah satunya adalah melakukan revitalisasi pendidikan guru.

“Salah satu syarat terjadinya student exchange adalah transfer kredit,” ungkap Joko. Transfer kredit tersebut menjadikan mahasiswa yang telah melakukan program SEA-Teacher Project tidak perlu mengambil program yang sama—PPL—di negara asalnya.

Jatah Rp 6,7 Miliar untuk FKIP

Dalam kesempatan tersebut, Joko juga mengungkapkan bahwa pertukaran pelajar ini merupakan satu di antara banyak kegiatan untuk menyongsong UNS menjadi PTN-BH dan menuju world class university. Visi Rektor UNS, Ravik Karsidi, lanjut Joko, yaitu akselerasi dan internasionalisasi menjadi acuan kegiatan overseas student exchange, selain memorandum of understanding (MoU), memorandum of execution (MoE), overseas teacher exchange, joint research, joint publication, dan lainnya.

sea-theacher
Keempat mahasiswa Thailand usai menghadap dan berpamitan kepada Rektor UNS, Ravik Karsidi. (In frame dari kiri-kanan: Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Widodo Muktiyo, Montree Laptrakan, Ketsri Yuraket, Rektor UNS, Ravik Karsidi, Jiratchaya Mawadee, Therapat Pikulthong, dan Dekan FKIP UNS, Joko Nurkamto.)

Untuk menyukseskan visi internasionalisasi tersebut, FKIP diberi jatah Rp 6,7 miliar untuk tahun 2016. Akan tetapi, daya serap dari FKIP baru mencapai sekitar Rp 500 juta. Joko berpesan kepada seluruh kepala program studi di FKIP yang hadir di acara pelepasan tersebut untuk mencari partner di luar negeri agar jatah yang diberikan kepada FKIP tidak sia-sia. “Kontak lembaga di luar negeri. Saling mengenal, saling mengunjungi untuk mengkaji kurikulum, lalu tanda tangani MoE atau MoU,” pesannya. [dodo.red.uns.ac.id]