Seminar FKOR UNS Angkat Nilai Spiritual dalam Olahraga

Seminar FKOR UNS Angkat Nilai Spiritual dalam Olahraga
Seminar FKOR UNS

UNS – Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menggelar Seminar Keolahragaan pada Jumat (2/5/2025). Kegiatan ini mengangkat tema bertajuk “Refleksi Nilai-Nilai Spiritual dalam Keolahragaan”. FKOR UNS menghadirkan Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr., S.U., AIFO, MARS. sebagai narasumber utama.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan FKOR UNS, Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd. Dalam sambutannya, Prof. Kunta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Tentunya, seminar menjadi wujud sinergi antara ilmu pengetahuan olahraga dan nilai-nilai spiritual.

“Keolahragaan tidak hanya berbicara soal prestasi dan kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan perwujudan nilai-nilai spiritual yang luhur,” ungkapnya.

Kegiatan ini dipandu oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FKOR UNS, Dr. Rony Syaifullah, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai moderator. Seminar berlangsung hangat dan interaktif dengan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta pegiat olahraga di lingkungan UNS dan Solo Raya.

Prof. Dr. Muchsin Doewes dalam paparannya menyampaikan materi bertajuk “Olahraga sebagai Sarana Ibadah”. Beliau menjelaskan bahwa olahraga bukan sekadar aktivitas fisik atau physical exercise untuk meningkatkan kinerja tubuh dan prestasi. Olahraga juga memiliki dimensi ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang sesuai.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muchsin mengingatkan tentang tren peningkatan penyakit tidak menular di Indonesia, yang sebagian besar merupakan penyakit degeneratif. Penyakit seperti diabetes, hipertensi, osteoartritis, hingga kanker disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pola hidup sedentary atau kurang gerak.

“Sekitar 80 persen penyakit tidak menular sebenarnya bisa dicegah dengan perilaku hidup sehat, salah satunya melalui olahraga rutin,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti kecenderungan masyarakat saat ini yang lebih memilih solusi instan dengan konsep poly pill untuk mengobati penyakit. Padahal, menurutnya, intervensi ‘no pill’ melalui aktivitas fisik teratur mampu memberikan manfaat serupa tanpa efek samping.

“Alat untuk berolahraga sudah Allah berikan di dalam tubuh kita. Gratis dan tanpa risiko,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Prof. Muchsin menyampaikan pentingnya pemahaman spiritual dalam menjalani aktivitas olahraga. Ia mengutip beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya Surat Az-Zukhruf ayat 15 dan Surat Ibrahim ayat 34. Beliau mengingatkan manusia tentang nikmat kesehatan dan amanah menjaga tubuh.

“Penyakit akibat kurang gerak bukan kutukan Tuhan, tapi karena kita yang menzalimi tubuh kita sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, olahraga juga menjadi sarana menjaga hubungan antarsel di dalam tubuh. Saat berolahraga, sel-sel tubuh saling berkomunikasi melalui partikel kecil pembawa pesan biokimia bernama sitokin. Hal ini menunjukkan betapa luar biasanya nikmat dan mekanisme yang Allah berikan kepada manusia. Di akhir seminar, Prof. Muchsin berharap kegiatan seperti ini bisa rutin digelar. Forum ini penting sebagai pengingat bahwa kesehatan fisik dan spiritual adalah satu kesatuan.

“Kita harus terus bersyukur atas nikmat kesehatan dengan merawatnya, salah satunya melalui olahraga yang juga bernilai ibadah,” pungkasnya.
Humas UNS