Sosialisasi Mahasiswa UNS Bahas Cara Tangkal Bahaya Pinjol, Judol, dan Kekerasan Seksual

UNS – Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Membangun Desa, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berikan sosialisasi perlindungan diri di era digital. Program ini menyasar pemuda Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Bersama masyarakat, mereka menunjukkan bentuk nyata dalam upaya peningkatan kesejahteraan.

Program KKN merupakan implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. KKN juga menjadi wujud kesuksesan dalam penyelenggaraan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di UNS. Kegiatan KKN yang dilaksanakan oleh kelompok 35 berlangsung selama periode Juli-Agustus 2024.

Mahasiswa UNS dalam kelompok ini beranggotakan Lutfi Ikhtiar Fauzy, Lintang Nora Andani, Marchelia Nindya Fadhilah, Azrul Laila, Kalvin Alwi, Neha Oktaviani Astuti, Atadila Berliani Daniswara, Tiara Hasna Salsabila, Annisa Dewi Sakuntala, dan Renny Indah Setefani. Kelompok 35 KKN UNS 2024 saling bersinergi di bawah bimbingan Prof. Ir. Ari Handono Ramelan, M.Sc. (Hons), Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). KKN yang mengusung tema “Smart Village dan Pendidikan”, berkolaborasi serta bersinergi untuk memperoleh informasi yang aktual dan faktual.

Era digital datang dengan membawa permasalahan yang nyata. Generasi muda dihadapkan dengan Pinjaman Online (Pinjol), Judi Online (Judol), dan kekerasan seksual.  Hal ini menuntut kesadaran dan kewaspadaan untuk dapat melindungi diri. Berdasarkan hasil pemetaan masalah, nampak kurangnya kesadaran dan pemahaman warga tentang pentingnya literasi digital. Khususnya tentang bahaya Pinjol dan Judol. Merespon hal ini, Kelompok 35 KKN UNS menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Pinjaman Online, Judi Online, dan Kekerasan Seksual”.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pemuda terhadap risiko dan dampak negatif yang dihadapi dari ketiga isu krusial ini. Acara ini dihadiri oleh pemuda dan pemudi Desa Giriroto. Mereka adalah kelompok rentan terhadap ancaman-ancaman digital ini,” terang Lutfi Ikhtiar Fauzy.

Pinjol dinilai memiliki bunga tinggi dan penagihan yang tidak manusiawi. Peserta sosialisasi diingatkan bahwa ketergantungan pada Pinjol tidak hanya bisa menguras keuangan pribadi tetapi juga memicu masalah psikologis dan sosial. Isu Judol juga mendapat perhatian khusus. Mahasiswa UNS menekankan bahwa Judol dapat menjadi kecanduan yang merusak, menyebabkan hilangnya kendali atas keuangan dan menghancurkan kehidupan pribadi serta sosial. Tidak kalah penting, Mahasiswa UNS juga mengangkat masalah kekerasan seksual yang masih menjadi ancaman serius di masyarakat. Para peserta diberi pemahaman tentang pentingnya mengenali tanda-tanda kekerasan seksual dan bagaimana cara melindungi diri serta melaporkan kejadian tersebut.

Program sosialisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat desa. Salah satu pemuda peserta, Risnanda merasa bahwa sosialisasi ini membuka mata terhadap bahaya-bahaya yang ada di sekitar kita. Ia jadi lebih paham risiko dari Pinjol dan Judol, serta pentingnya melindungi diri dari kekerasan seksual.

Mahasiswa KKN UNS berharap bahwa melalui kegiatan ini, pemuda Desa Giriroto dapat lebih bijak dalam menghadapi godaan Pinjol dan Judol, serta lebih waspada dan aktif melawan kekerasan seksual di lingkungan mereka.  Ke depannya, diharapkan sosialisasi semacam ini dapat terus dilakukan untuk membangun masyarakat yang lebih sadar dan terlindungi dari berbagai ancaman sosial.

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji
Redaktur: Dwi Hastuti