Tarawih Bersama UNS Bangun Paradigma Kehidupan di Malam Nuzulul Qur’an

UNS – Bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al Qur’an, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan salat tarawih bersama di Gedung dr. Prakosa UNS pada Sabtu (2/6/2018). Salat tarawih bersama kali ini diselenggarakan oleh Irjen Kemenristekdikti, Ketua Senat UNS, Dekan FH UNS, Direktur RS UNS, dan Kepala Biro AUK dengan mengambil tema “Membangun Paradigma Al Qur’an dalam Berbagai Aspek Kehidupan (Nuzulul Qur’an)”.

Pada putaran ke empat ini, salat tarawih dipimpin oleh Rayhan Azka, Hafidz dari Fakultas Kedokteran UNS, sebagai penceramah yakni Nashruddin Baidan yang dimoderatori oleh Budi Utomo. Hadir pula Rektor UNS, Ravik Karsidi beserta jajaran, Dekan, dan para civitas academica UNS.

Tema ini diangkat sebagai langkah untuk mengingatkan umat Islam bahwa segala sesuatu yang ada di dunia sudah tercatat lengkap di dalam Al Qur’an. Tugas umat Islam adalah membaca dan menguasainya.

“Kitab Al Qur’an itu kitab yang mencakup segala hal, kitab yang mencakup semua yang ada di alam semesta ini. Jadi, dunia, akhirat, surga, neraka ada dalam kitab ini. Alangkah indahnya, alangkah bahagianya mereka yang menguasai kitab ini,” jelas Dosen Ilmu Tafsir IAIN Surakarta tersebut.

Surat pertama dalam Al Qur’an yaitu Surat Al Alaq, memiliki isi kandungan yang sangat lekat dengan kehidupan manusia, yaitu perintah membaca. Perihal ini menjadi sangat penting karena dengan membaca segala ilmu pengetahuan bisa dikuasai dengan syarat niat karena Allah SWT.

“Perintah pada lima ayat pertama surat ini tidak memiliki objek bacaan, hanya perintah membaca saja. Artinya silahkan anda baca apa saja, mau baca koran, mau baca kitab suci, mau baca buku pelajaran, mau baca alam semesta, mau baca dirimu sendiri, silahkan, karena yang penting disini bukan objeknya tapi metodenya, apa metodenya? Yaitu bismirobbik (dengan nama Tuhanmu),” terang penulis buku-buku kajian tafsir Al Qur’an tersebut.

UNS sebagai perguruan tinggi cluster satu di Indonesia sangat menjunjung tinggi Al Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya hafidz atau penghafal Al Qur’an di UNS.

“Sekarang ada 121 orang hafidz yang hafal Al Qur’an di kampus ini. Tahun ini jalur SNMPTN kemarin ada 42 orang ada yang sudah hafal 30 juz dan 15 juz. Mudah-mudahan di SBMPTN dan UMPTN akan ada lagi,” lapor Ravik. Humas.red-uns/Imr/Isn

By | 2018-06-05T09:17:22+00:00 June 5th, 2018|Categories: Berita Terkini|