Tim Hibah Jarpak Pendidikan Akuntansi UNS menggelar pelatihan pemasaran digital untuk UMKM batik di Kenep, Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan media digital dalam promosi produk untuk memperluas pasar dan daya saing, serta mendukung SDGs. Pelatihan mencakup branding, pembuatan konten, dan optimalisasi platform digital.
UNS — Tim Hibah Jarpak Program Studi (Prodi) Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan pemasaran digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik di Kelurahan Kenep, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk batik agar mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Jarpak dengan judul Integrasi Pencatatan Keuangan Digital, Inovasi Produk, dan Strategi Pemasaran UMKM. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi serta perluasan pasar. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Ketua Tim, Redita Anggraeni mengatakan, pelatihan pemasaran digital menjadi fokus utama dalam kegiatan ini mengingat masih rendahnya pemanfaatan media sosial oleh pelaku UMKM batik di Kelurahan Kenep. Meskipun sebagian besar UMKM telah memiliki identitas merek, strategi promosi yang dilakukan masih terbatas dan belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi di Balai Kelurahan Kenep yang menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang pemasaran digital pada akhir April 2026 kemarin. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya branding yang konsisten, cara membangun citra produk, serta strategi efektif dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Narasumber juga menyampaikan tren pemasaran digital terkini serta teknik menarik perhatian konsumen di platform online. Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini dilanjutkan dengan pelatihan praktik secara langsung. Peserta diajak untuk membuat konten promosi yang menarik melalui teknik pengambilan foto dan video produk, pengeditan sederhana, hingga penyusunan caption yang persuasif dan komunikatif. Selain itu, pelaku UMKM juga dibimbing dalam mengoptimalkan penggunaan platform digital seperti WhatsApp Business, Instagram, dan TikTok untuk meningkatkan visibilitas produk mereka.



Masyarakat tampak antusias dan menunjukkan ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut guna memperluas jangkauan pemasaran digital mereka. Hal ini terlihat dari sejumlah pelaku UMKM yang mencatat materi yang disampaikan, bahkan menyampaikan keinginan untuk mendapatkan pendampingan langsung, mulai dari strategi pemotretan produk hingga penyusunan tampilan.
Melalui pendampingan intensif, peserta dilatih memahami strategi pemasaran digital secara berkelanjutan, mulai dari perencanaan konten, penjadwalan unggahan, hingga membangun interaksi dengan pelanggan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta meningkatkan daya saing produk batik lokal di pasar yang lebih luas. Salah satu anggota tim menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar pelaku UMKM tidak hanya memahami konsep pemasaran digital, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri dalam kegiatan usaha sehari-hari.
“Kami ingin pelaku UMKM benar-benar bisa menjalankan promosi digital sendiri, sehingga usaha mereka bisa berkembang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada pasar lokal,” ungkap Redita Anggraeni kepada uns.ac.id, Selasa (19/5/2026).
Dengan adanya pelatihan pemasaran digital ini, diharapkan pelaku UMKM di Kelurahan Kenep dapat meningkatkan jangkauan promosi serta memperluas pasar produk mereka. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi batik lokal di tengah persaingan industri kreatif yang semakin kompetitif. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan pelatihan pemasaran digital bagi UMKM batik di Kenep?
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pemasaran produk batik agar mampu memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing usaha. Lihat di artikel
Siapa yang menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital ini?
Tim Hibah Jarpak Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan kegiatan ini. Lihat di artikel
Bagaimana pelatihan pemasaran digital ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs)?
Kegiatan ini mendukung poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Lihat di artikel
Materi apa saja yang diberikan dalam pelatihan pemasaran digital?
Peserta mendapatkan pemahaman tentang branding, membangun citra produk, strategi pemasaran media sosial, tren pemasaran digital, serta praktik membuat konten promosi dan mengoptimalkan platform seperti WhatsApp Business, Instagram, dan TikTok. Lihat di artikel



















