Tim Bina Desa Center UNS melakukan visitasi internal Program PPK Ormawa KSI FP UNS di Desa Wonorejo, Sukoharjo pada 15 Juli 2026. Evaluasi ini bertujuan meninjau perkembangan, capaian, dan tantangan program pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya lele bioflok.
UNS — Tim Bina Desa Center Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Visitasi Internal terhadap Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kelompok Studi Ilmiah (KSI) Fakultas Pertanian (FP) UNS pada Rabu (15/7/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses monitoring dan evaluasi untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS.
Visitasi internal menjadi salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Program PPK Ormawa karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, mitra, dan masyarakat untuk melihat sejauh mana program telah memberikan dampak. Melalui kegiatan ini, Tim Bina Desa Center UNS melakukan peninjauan secara langsung terhadap implementasi program, capaian yang telah diperoleh, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan di lapangan sebagai bahan penyempurnaan program ke depan.
Program ini dilaksanakan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS Tahun 2026 yang terdiri atas 15 Mahasiswa tim pelaksana dan 10 volunteer, dipimpin oleh Habib Masruri dengan pendampingan Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. selaku dosen pendamping. Sejak awal pelaksanaan, tim mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal melalui pembentukan MINA WIRADAYA, sebuah kelembagaan yang mengolaborasikan Kelompok Mina Ampuh sebagai penyedia bahan baku hasil budidaya lele bioflok dengan Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo sebagai kelompok pengolah produk. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem usaha yang saling terintegrasi, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga penguatan aspek legalitas dan pemasaran produk.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Rakhma Melati Sujarwo, Ph.D. selaku Dosen Pendamping PPK Ormawa KSI FP UNS. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa visitasi internal merupakan bagian penting dari proses pembelajaran sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan Program PPK Ormawa. “Melalui kegiatan ini, seluruh pihak dapat melihat perkembangan program secara objektif, mengidentifikasi berbagai capaian yang telah diraih, serta menyusun langkah perbaikan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” terang Rakhma.
Beliau juga menuturkan bahwa sejak awal pelaksanaan, Tim PPK Ormawa KSI FP UNS tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan berbagai pelatihan, tetapi juga berupaya membangun kelembagaan masyarakat yang mampu berkembang secara mandiri. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari pembentukan kelompok, peningkatan keterampilan pengolahan hasil perikanan, pendampingan legalitas usaha, hingga penguatan manajemen kelembagaan sebagai fondasi dalam menciptakan usaha masyarakat yang berkelanjutan.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Wonorejo, H. Yusuf Aziz Rahma, S.Pd., M.M. yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS. Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pemanfaatan potensi budidaya lele yang selama ini telah berkembang di Desa Wonorejo. Ia berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga manfaat program tidak berhenti setelah kegiatan PPK Ormawa selesai dilaksanakan.
Memasuki agenda utama, Ketua Pelaksana Habib Masruri memaparkan perkembangan Program PPK Ormawa KSI FP UNS yang telah dilaksanakan sejak dimulainya kegiatan pada Juni 2026. Dalam paparannya dijelaskan bahwa berbagai tahapan program telah berhasil direalisasikan, mulai dari pembentukan kelembagaan MINA WIRADAYA, pelatihan pengolahan produk olahan lele bioflok, sosialisasi dan pendampingan legalitas usaha, pelatihan manajemen keuangan berbasis aplikasi SIAPIK, hingga berbagai bentuk

pendampingan yang bertujuan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha bersama.
Selain memaparkan capaian program, Ketua Pelaksana juga menjelaskan perkembangan kolaborasi antara Kelompok Mina Ampuh dan TP PKK Desa Wonorejo yang mulai menunjukkan sinergi positif. Kelompok Mina Ampuh dipersiapkan sebagai penyedia bahan baku hasil budidaya, sedangkan TP PKK berperan dalam proses pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah. Model kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai usaha yang saling mendukung sehingga keberlanjutan program tetap terjaga meskipun masa pendampingan telah berakhir.
Pemaparan tersebut menjadi dasar bagi Tim Bina Desa Center UNS untuk melakukan evaluasi secara lebih mendalam mengenai pelaksanaan program, termasuk efektivitas kegiatan, keterlibatan masyarakat, serta peluang pengembangan program pada tahap berikutnya.
Setelah pemaparan program, Tim Bina Desa Center UNS melakukan sesi monitoring dan evaluasi melalui diskusi bersama masyarakat sasaran, pemerintah desa, serta Tim PPK Ormawa KSI FP UNS. Pada sesi ini, tim evaluator menggali berbagai informasi mengenai pelaksanaan program, mulai dari tingkat partisipasi masyarakat, manfaat yang telah dirasakan, hingga peluang keberlanjutan program setelah masa pendampingan berakhir.
Tim Bina Desa Center UNS juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan pengalaman secara langsung selama mengikuti rangkaian kegiatan PPK Ormawa. Diskusi berlangsung terbuka sehingga setiap peserta dapat memberikan masukan, menyampaikan kendala yang dihadapi, sekaligus memberikan saran terhadap pengembangan program ke depan. Melalui pendekatan tersebut, proses evaluasi tidak hanya berfokus pada capaian kegiatan, tetapi juga menilai sejauh mana program mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak yang berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, Ketua MINA WIRADAYA, Abdullah Majid, menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan oleh Tim PPK Ormawa KSI FP UNS memberikan pengalaman baru bagi masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi budidaya lele menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Menurutnya, berbagai pelatihan yang telah dilaksanakan tidak hanya meningkatkan keterampilan anggota kelompok, tetapi juga membuka wawasan mengenai pentingnya membangun usaha secara terintegrasi mulai dari proses produksi, legalitas usaha, hingga pengelolaan kelembagaan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Wonorejo, Hasna Alifa, menuturkan bahwa keterlibatan ibu-ibu PKK dalam program MINA WIRADAYA memberikan kesempatan untuk memperoleh keterampilan baru dalam mengolah hasil budidaya lele menjadi berbagai produk yang lebih bernilai jual. Ia berharap pendampingan yang telah dilakukan dapat terus berlanjut sehingga kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha bersama semakin meningkat dan mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. HUMAS UNS
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa tujuan diadakannya visitasi internal oleh Bina Desa Center UNS?
Visitasi internal bertujuan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan program, melihat capaian, serta mengidentifikasi tantangan untuk penyempurnaan program pemberdayaan masyarakat. Lihat di artikel
Program PPK Ormawa KSI FP UNS berfokus pada pemberdayaan apa di Desa Wonorejo?
Program ini berfokus pada pemberdayaan berbasis potensi lokal melalui pengembangan usaha budidaya lele bioflok menjadi produk olahan bernilai tambah.
Bagaimana model kolaborasi yang dikembangkan dalam program ini?
Model kolaborasi melibatkan Kelompok Mina Ampuh sebagai penyedia bahan baku budidaya lele dan Tim Penggerak PKK Desa Wonorejo sebagai pengolah produk. Lihat di artikel
Apa manfaat yang dirasakan masyarakat dari program ini menurut Ketua MINA WIRADAYA?
Pendampingan memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan potensi budidaya lele menjadi produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi dan membuka wawasan usaha terintegrasi. Lihat di artikel
Kapan dan di mana visitasi internal PPK Ormawa KSI FP UNS dilaksanakan?
Visitasi internal dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026 di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Lihat di artikel
















