UNS — Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam mendukung pertanian berkelanjutan, sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 2: Zero Hunger. Sebagai salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut, Tim Hibah MBKM UNS mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan kompos dari limbah sayuran di Desa Sumberejo, Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan serta memberdayakan petani lokal dalam praktik pertanian ramah lingkungan yang diikuti oleh 30 petani. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk upaya UNS dalam menyediakan wadah bagi petani lokal untuk berinteraksi langsung dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang berbagai praktik pertanian yang efektif.
Pelatihan yang diikuti oleh dua kelompok tani di Desa Sumberejo ini dirancang untuk mengatasi permasalahan limbah pasca panen yang sering kali menjadi sumber pencemaran lingkungan. Dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos, petani dapat memanfaatkan limbah organik secara efektif sehingga tidak hanya mengurangi polusi, tetapi juga meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian.
Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho menekankan pentingnya inisiatif seperti ini dalam mendukung ketahanan pangan lokal. “Kami percaya bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ujar beliau.
Dampak dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh para petani di Desa Sumberejo yang kini memiliki keterampilan baru dalam mengelola limbah pertanian menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Dengan memanfaatkan pupuk kompos, petani dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal dan berdampak negatif pada tanah. Selain itu, penggunaan pupuk kompos membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah tersebut.


Dalam jangka panjang, UNS berencana untuk terus mengadakan berbagai program pelatihan serupa di daerah-daerah lain guna memperluas dampak positifnya. UNS juga berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi petani lokal dengan menyediakan akses ke fasilitas, teknologi, dan penelitian yang dapat meningkatkan praktik pertanian mereka.
Dengan adanya inisiatif ini, UNS berharap dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan SDG 2: Zero Hunger melalui pemberdayaan petani lokal dan transfer pengetahuan yang berkelanjutan. Program-program pelatihan seperti ini juga mendukung visi jangka panjang UNS untuk menciptakan ekosistem pertanian yang lebih hijau dan lebih produktif di seluruh Indonesia. HUMAS UNS
Redaktur: Dwi Hastuti



















