Berdayakan Desa di Karanganyar, Mahasiswa UNS Olah Limbah Pertanian menjadi Pakan Ternak dan Pupuk Organik

Berdayakan Desa di Karanganyar, Mahasiswa UNS Olah Limbah Pertanian menjadi Pakan Ternak dan Pupuk Organik

UNS – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Agribisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan pengolahan limbah di Desa Karangturi, Karanganyar. Dengan mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Limbah Pertanian di Desa Karangturi”, kegiatan ini menyasar kelompok tani dan warga desa. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Dr. Nuning Setyowati, S.P., M.Sc. sebagai dosen pendamping.

Bersama warga, mereka mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomis, seperti pakan ternak dan pupuk organik. Limbah sisa panen, dedaunan, dan kotoran ternak dimanfaatkan agar tidak mencemari lingkungan. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini mendorong terciptanya sistem pertanian mandiri di tingkat desa.

Ketua tim, Adila Mita Ayuningrum menyebut kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap limbah pertanian. Menurutnya, limbah yang selama ini dibuang bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Warga desa menyambut baik program ini dengan antusias dan aktif mengikuti pelatihan. Keberhasilan program terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam praktik dan diskusi selama kegiatan berlangsung. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pertanian yang ramah lingkungan dan berbasis ekonomi sirkular. Warga Karangturi kini mulai memanfaatkan limbah pertanian secara mandiri.

“Kami melihat potensi besar dari limbah yang selama ini hanya dibuang, padahal dengan sedikit kreativitas dan pelatihan yang tepat limbah tersebut bisa menjadi sumber daya yang mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga desa,” ujar Adila kepada uns.ac.id, Kamis (12/6/2025).

Kegiatan tersebut merupakan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa dari Fakultas Pertanian (FP) UNS. Pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi menjadi program pembuka bagi warga dan kelompok tani setempat. Pelatihan dipandu oleh Dr. Sulistyo, S.T., M.Si. dari Fakultas Peternakan (Fapet) UNS pada pertengahan Maret 2025 kemarin. Peserta diajarkan cara mengolah daun, tongkol, dan batang jagung menjadi pakan ternak yang bernutrisi tinggi.

Pakan fermentasi ini melalui proses dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri dan ragi, selama 21 hari. Proses tersebut meningkatkan daya simpan dan nutrisi pakan, sehingga cocok bagi peternak lokal. Hasil fermentasi kemudian diuji langsung pada ternak milik warga dengan melibatkan petugas kandang. Selanjutnya, tim melaksanakan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Limbah kotoran kambing diolah menggunakan probiotik untuk mempercepat proses pelapukan. Pupuk organik ini bermanfaat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan memperkaya unsur hara tanah.

Warga juga diajarkan cara mencampur bahan, seperti kotoran ternak, dolomit, sekam, dan bahan dekomposer. Proses fermentasi dilakukan selama 28 hari sebelum pupuk siap digunakan untuk bercocok tanam. Pupuk ini kemudian dimanfaatkan untuk menanam kangkung di lahan warga sebagai uji coba. Panen hasil tanaman kangkung dijual kepada warga dan sebagian dibagikan secara gratis. Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi mengenai sistem pertanian terpadu dan berkelanjutan. Warga mendapatkan pemahaman bahwa limbah bisa diolah menjadi produk bermanfaat.

Tidak hanya keterampilan teknis, masyarakat juga dibekali pelatihan pemasaran digital dengan mengenalkan dasar promosi bisnis dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Tim Mahasiswa UNS mengenalkan penggunaan media sosial untuk promosi serta aplikasi Canva untuk mendesain produk. Warga juga diajari konsep agribisnis digital dan strategi pengembangan usaha berbasis potensi desa. Sebagai sarana promosi bersama, mahasiswa UNS membuat akun media sosial “Karangturi Menjual” di Instagram dan Facebook. Akun ini digunakan warga untuk memasarkan produk hasil olahan limbah dan produk lokal lainnya. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Humas UNS