Tim PPK Ormawa KSP Principium FH UNS Raih Dua Penghargaan pada Abdidaya Ormawa 2026

Tim PPK Ormawa KSP Principium FH UNS Raih Dua Penghargaan pada Abdidaya Ormawa 2026
Dengarkan artikel

Tim PPK Ormawa KSP Principium Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret berhasil meraih dua penghargaan pada ajang Abdidaya Ormawa 2026. Prestasi ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

UNS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) KSP Principium Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil memborong dua penghargaan dalam ajang nasional Anugerah Abdidaya Ormawa 2026. Malam penganugerahan tersebut diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, Minggu (25/10/2026), sebagai apresiasi tertinggi atas keberhasilan tim dalam membangun kemitraan strategis dan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas.

Dosen Pendamping PPK Ormawa KSP Principium FH UNS, Lushiana Primasari, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dua penghargaan yang diraih meliputi Terbaik 1 Kategori Mitra dengan Dukungan Keberlanjutan Paling Strategis yang dianugerahkan kepada Kepala Desa Sidowayah, Mujahid Jaryanto, S.H., serta Terbaik 2 Kategori Tim dengan Realisasi Kemitraan Terkuat yang diraih oleh Tim Pelaksana PPK Ormawa KSP Principium FH UNS.

Prestasi bergengsi ini diraih lewat program bertajuk “Kampung Dolanan Sidowayah: Implementasi Water Science Berbasis STEAM sebagai Model Wellness Tourism menuju Desa Wisata Berkelanjutan”.

“Melalui program ini, tim mengembangkan Kampung Dolanan Sidowayah BERSEMI dengan mengintegrasikan potensi sumber daya air lokal, edukasi sains, revitalisasi permainan tradisional, wellness tourism, pemenuhan hak anak, serta penanaman nilai-nilai Pancasila,” terang Lushiana, Rabu (28/10/2026).

Program ini mentransformasi Kampung Dolanan Sidowayah di Kabupaten Klaten menjadi wahana terpadu rekreasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi desa. Langkah ini menjawab tantangan minimnya pemanfaatan sumber air lokal untuk wisata edukatif dan keterbatasan kapasitas manajerial pengelola desa wisata.

Salah satu inovasi unggulan tim adalah pembangunan tujuh wahana Water Science berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) di kawasan Joglo Tirto. Wahana tersebut dilengkapi delapan modul ajar terstandar yang telah terlindungi Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tim mahasiswa juga merintis unit wellness tourism berbasis pijat kebugaran tradisional keluarga dan mengemas paket wisata edukatif berbasis permainan rakyat.

Pengembangan destinasi turut diperluas melalui skema aglomerasi kawasan wisata atau Sister Village yang mengintegrasikan Desa Sidowayah, Delanggu, dan Kranggan dalam satu koridor rute tematik: budaya air, agraris, dan kerajinan pandai besi (metalurgi).

Keberhasilan program ditopang kemitraan lintas sektor berbasis pendekatan pentahelix. Tim PPK Ormawa FH UNS berhasil merangkul lebih dari 26 mitra kerja sama yang diperkuat melalui payung hukum nyata, meliputi dua nota kesepahaman (MoU), 17 perjanjian kerja sama, Perjanjian Kerja Sama Tripartit Sister Village, perumusan Peraturan Desa (Perdes) tentang Desa Wisata, serta komitmen penyertaan modal dan lahan dari Pemerintah Desa dan BUMDes Sinergi Sidowayah.

Kolaborasi dunia usaha dan pemerintah turut memperkuat program ini. PT Tirta Investama Klaten memberikan pendampingan teknis konservasi air, sementara PT Mustika Ratu Tbk. membina keterampilan wellness. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) turut mendukung pengembangan fasilitas Ruang Bersama Indonesia serta pembentukan Forum Anak tingkat desa dan kecamatan.

Di tingkat akar rumput, program ini mencatatkan dampak terukur. Berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, kapasitas pemanduan dan pemahaman teknis warga meningkat 35–48 persen, didukung lahirnya sembilan pelatih utama lewat Training of Trainers (ToT) serta pelatihan wellness massage bagi 50 kader perempuan dan PKK.

Untuk menjamin keberlanjutan pascaprogram, tim telah merumuskan Rencana Induk (master plan) Pengembangan 2026–2030, skema regenerasi pemandu, alokasi dividen BUMDes untuk perawatan wahana, serta pendampingan lanjutan lewat program KSP Principium Mengajar pada 2027.

Bagi Fakultas Hukum UNS, raihan ini membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa hukum mampu memberikan kontribusi aplikatif di masyarakat, khususnya dalam perumusan regulasi desa, penyusunan kontrak kemitraan, perlindungan hak cipta, serta penguatan tata kelola institusi desa wisata yang akuntabel dan berkelanjutan. HUMAS UNS

Pertanyaan Umum (FAQ)

Siapa yang meraih penghargaan pada ajang Abdidaya Ormawa 2026?

Tim PPK Ormawa KSP Principium FH UNS berhasil meraih dua penghargaan.

Berapa banyak penghargaan yang diraih oleh Tim PPK Ormawa KSP Principium?

Tim PPK Ormawa KSP Principium meraih dua penghargaan.

Pada ajang apa Tim PPK Ormawa KSP Principium FH UNS meraih penghargaan?

Tim tersebut meraih penghargaan pada ajang Abdidaya Ormawa 2026.