Omer merinci empat konsep fundamental pengembangan teknologi AI yang wajib dikuasai oleh mahasiswa guna mendukung peningkatan kompetensi digital di lingkungan Universitas Sebelas Maret.
UNS – Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Informasi dan Kecerdasan Artifisial (STARTIKA) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kuliah tamu (guest lecture) bertajuk “My Team Never Sleeps: From Chatbot to Agent Team” di Aula D3TI Gedung Sekolah Vokasi UNS Lantai 2, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan praktisi kecerdasan artifisial internasional asal Belgia, Omer Kara.
Omer Kara merupakan Chief Technology Officer (CTO) Banana Navy AI, perusahaan pengembang solusi AI yang berbasis di Belgia. Kehadirannya menjadi ruang bagi mahasiswa STARTIKA untuk membedah perkembangan mutakhir AI, penerapannya di dunia profesional, serta peta kompetensi yang dibutuhkan industri global masa depan.
Sebagai program studi yang berfokus pada ranah kecerdasan artifisial, STARTIKA UNS terus memperkuat kurikulum terapan melalui kolaborasi dengan pakar industri. Agenda ini dirancang guna menjembatani teori akademik dengan implementasi nyata di dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Omer merinci empat konsep fundamental yang wajib dikuasai mahasiswa dalam mengembangkan teknologi AI:
- Generative AI: Fondasi kecerdasan buatan yang mampu memproduksi konten secara instan berdasarkan instruksi (prompt), mulai dari teks, visual, rancangan antarmuka, hingga baris kode pemrograman.
- AI Agent: Sistem otonom yang dirancang untuk merencanakan langkah kerja, memanfaatkan berbagai perkakas komputasi, menguji hasil, serta mengeksekusi serangkaian tugas kompleks secara terstruktur.
- Iterasi: Siklus pengerjaan, pengujian, dan penyempurnaan berulang demi mendongkrak akurasi keluaran serta memastikan solusi yang dibangun tepat guna.
- Human-in-the-Loop: Pendekatan krusial yang tetap menempatkan manusia sebagai pengendali mutu, pengambil keputusan akhir, serta penjaga rambu keselamatan dan etika teknologi.

Omer menegaskan bahwa lanskap AI kini telah melampaui fase interaksi percakapan sederhana melalui chatbot. Ekosistem industri bergerak cepat menuju integrasi agentic workflow yang mampu menyelesaikan pekerjaan multi-tahap dengan pengawasan manusia.
Antusiasme peserta terlihat jelas dari sesi tanya jawab interaktif di akhir pemaparan. Para mahasiswa aktif menggali strategi penerapan AI secara efektif untuk menyelesaikan ragam problem teknis di bidang teknologi informasi.
Kepala Laboratorium STARTIKA UNS, Nanang Maulana, S.Si., M.Eng., menekankan pentingnya penguasaan fondasi logika di balik pesatnya inovasi perangkat lunak cerdas ini.
“Kami mendorong mahasiswa agar tidak sekadar menjadi pengguna akhir teknologi, tetapi memiliki inisiatif teknis untuk merancang, mengoptimalkan, dan memanfaatkan AI dalam menyelesaikan masalah nyata,” tegas Nanang.
Rangkaian acara ditutup dengan forum diskusi terarah antara jajaran dosen STARTIKA UNS dan Omer Kara guna menjajaki peluang kolaborasi riset, pengembangan produk terapan, hingga pembukaan akses program magang internasional bagi mahasiswa.
Kepala Program Studi STARTIKA UNS, Eko Harry Pratisto, S.T., M.Info.Tech., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Banana Navy AI dalam berbagi wawasan industri. Sinergi ini diproyeksikan menjadi batu pijakan penting dalam memperluas jejaring global program studi serta mencetak talenta digital yang adaptif dan inovatif. HUMAS UNS


















