Tim PPKO HMP Appaloosa Peternakan Kembangkan Potensi Emas Putih Desa Banyuanyar Boyolali

Tim PPKO HMP Appaloosa Peternakan Kembangkan Potensi Emas Putih Desa Banyuanyar Boyolali
Tim PPKO HMP Appaloosa Peternakan Kembangkan Potensi Emas Putih Desa Banyuanyar Boyolali

UNS— Tim PPKO Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Peternakan Appaloosa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memulai pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa atau PPKO) dengan menyelenggarakan grand opening dan pengesahan pembentukan kelompok usaha baru Omah Cowboy. Grand opening ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Omah Cowboy, Dukuh Wangan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali.

PPK Ormawa merupakan program dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang berfokus pada pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi, direncanakan, dan dilaksanakan di desa/kelurahan.

Tim HMP Appaloosa UNS lolos Pendanaan PPK Ormawa Kemendikbudristek dengan judul kegiatan “Optimalisasi Potensi Desa Banyuanyar Boyolali Melalui Penguatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Berbasis Usaha Produk Olahan Susu Sapi Untuk Mendukung Desa Wirausaha”.

Acara yang telah dilakukan ini merupakan bagian dari kegiatan PPK Ormawa yang dirancang untuk memperkenalkan program kegiatan kepada mitra sekaligus menandakan akan dimulainya serangkaian kegiatan pendampingan produksi produk olahan susu di kelompok mitra.

Acara grand opening ini dihadiri oleh Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan Fakultas Peternakan UNS, Dr. Agr. Ir. Sigit Prastowo, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng., Kepala Desa Banyuanyar, Komaruddin S.T., Dosen pembimbing PPKO HMP Appaloosa, Bayu Setya Hertanto S.Pt., M.Sc., Ketua Tim PPKO HMP Appaloosa, Kholifia Ahsanul Mufidah, mahasiswa Prodi Peternakan dan Ilmu Teknologi Pangan UNS, serta anggota kelompok usaha yang menjadi mitra dalam kegiatan ini.

Ketua Tim PPKO HMP Appaloosa, Kholifia Ahsanul Mufidah mengatakan, Desa Banyuanyar dipilih menjadi desa binaan karena memiliki potensi yang beragam setiap dukuhnya. Salah satu potensi yang ada ialah susu sapi. Pusat penghasil susu sapi terbanyak ada di Dukuh Wangan dengan 500-600 liter perhari dari kurang lebih 75 ekor sapi perah betina produktif.

“Oleh karena itu Dukuh Wangan menjadi sentra pengolahan produk berbasis susu dan membentuk kelompok usaha Omah Cowboy,” terang Kholifia kepada uns.ac.id, Jumat (13/9/2024).

Adanya kelompok usaha ini belum sepenuhnya dapat memanfaatkan potensi susu sapi di Desa Banyuanyar. Produk yang dihasilkan hanya 2 jenis produk yaitu pie susu dan yoghurt dengan anggota kelompok berjumlah 5 orang dan produk yang bergantung pada musim dan pesanan saja. Tim PPKO HMP Appaloosa membantu menyelesaikan permasalahan kelompok usaha Omah Cowboy dengan melaksanakan diversifikasi produk olahan susu seperti tahu susu, stik susu, permen susu, keju mozzarella, susu bubuk, pengajuan informasi nilai gizi produk dan legalitas produk, dan pembangunan outlet penjualan produk.

Pengesahan kelompok usaha baru Omah Cowboy dengan penandatanganan MoU kerja sama oleh Ketua Kelompok Usaha, Parmono; Ketua PPKO HMP Appaloosa, dan diketahui oleh dosen pembimbing PPKO HMP Appaloosa. “Kegiatan grand opening yang digelar pada pada Senin (8/7/2024) diakhiri dengan sesi diskusi dan foto bersama,” imbuhnya.

Adanya kegiatan PPKO HMP Appaloosa di Desa Banyuanyar ini bertujuan untuk memberdayakan dan mengoptimalkan pengolahan produk olahan susu. Kemudian menambah anggota kelompok usaha Omah Cowboy dan meningkatkan keterampilan inovasi pembuatan produk di kalangan ibu rumah tangga.

“Dengan nilai jual tinggi sehingga dapat meningkatkan penghasilan tambahan masyarakat Desa Banyuanyar melalui pemanfaatan susu sapi yang akan diolah menjadi produk dengan skala produksi yang besar serta jangkauan pemasaran yang luas,” pungkas Kholifia.

HUMAS UNS

Redaktur: Dwi Hastuti