MAPING AKSI 2024 jadi Kesempatan Mahasiswa UNS Dampingi ABK di Sekolah Inklusif

MAPING AKSI 2024 jadi Kesempatan Mahasiswa UNS Dampingi ABK di Sekolah Inklusif
MAPING AKSI 2024 jadi Kesempatan Mahasiswa UNS Dampingi ABK di Sekolah Inklusif

UNSPusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerjunkan mahasiswa dalam pendampingan siswa berkebutuhan khusus sekolah inklusif di Surakarta. Ini merupakan implementasi pengabdian pada Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI). Kolaborasi internasional turut dilakukan dengan mitra luar negeri, yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Kota Surakarta sendiri merupakan kota ramah anak dan kota inklusi sejak tahun 2013. UKM merupakan perguruan tinggi yang juga memiliki fokus pada pengembangan pendidikan inklusif di Malaysia. PSD LPPM UNS juga bermitra dengan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Kota Surakarta. Institusi ini merupakan unit pelayanan teknis yang membawahi layanan sekolah inklusif di Surakarta.

Sekolah inklusi jenjang SD di Kota Surakarta memiliki jumlah yang paling banyak yaitu 16 sekolah. Sedangkan Data Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) per tahun 2022 adalah 280 peserta didik ABK. Data ini turut menunjukkan adanya permasalahan mitra yang sangat kompleks. Salah satunya yaitu adalah masalah ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) di Sekolah Inklusi jenjang SD.

PSD LPPM UNS menganalisis persoalan prioritas untuk diselesaikan selama pelaksanaan PKMI adalah terkait kebutuhan GPK. Figur ini perlu memiliki kompetensi dan latar belakang Pendidikan Luar Biasa (PLB) dalam memberikan layanan yang tepat bagi ABK di Sekolah Dasar Inklusi Kota Surakarta. Dengan adanya masalah, PSD LPPM UNS sebagai pihak pengusul PKMI bersama mitra memberikan kesempatan mahasiswa UNS untuk melaksanakan magang. Permasalahan lapangan yang ada sangat mungkin dapat diatasi dengan melibatkan mahasiswa melalui Program Mahasiswa Pendamping (MAPING) Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi (AKSI).

Program magang sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat telah selesai dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli 2024 hingga 31 Agustus 2024. Kegiatan MAPING AKSI ini dilaksanakan di 16 Sekolah Dasar Inklusi yang berada di bawah UPT PLDPI. Jumlah mahasiswa yang terlibat yaitu 32 Mahasiswa dari 3 Fakultas UNS. Adapun para mahasiswa berasal dari beberapa fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Keolahragaan (FKOR), dan Fakultas Psikologi (Fapsi). Mereka adalah mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan minimal semester 4. Pelaksanaan magang dilakukan selama 1 bulan sebagai untus pendukung GPK di SD Inklusi Kota Surakarta.

Program magang ini dirancang untuk ikut mengatasi masalah dalam memberikan layanan yang optimal bagi ABK di Kota Surakarta. Magang ini turut menyukseskan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dimana mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar di luar kampus. MAPING AKSI dilaksanakan dalam tahapan tiga tahap yang diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan mitra melalui tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan  pelaporan.

Kepala PSD LPPM UNS, Prof. Dr. Munawir Yusuf, M.Psi., mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di Kota Surakarta. Beliau menyampaikan bahwa ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi Mahasiswa UNS. Mereka bisa merasakan dan melihat secara nyata kondisi di lapangan terkait pelayanan bagi ABK di sekolah.

“Apresiasi bagi para mahasiswa yang memiliki antusiasme sangat tinggi. Alhamdulillah saya merasa senang atas paparan yang disampaikan oleh mahasiswa, karena semua mahasiswa merasa senang dan memiliki kesan yang banyak atas program magang ini. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka, karena bisa merasakan dan melihat secara real kondisi di lapangan pelayanan bagi Anak Berkebutuhan Khusus di sekolah,” ungkap Prof. Munawir kepada uns.ac.id., Jumat (13/9/2024).

Humas UNS

Reporter: R. P. Adji

Redaktur: Dwi Hastuti