UNS – Pembatasan sosial yang diterapkan di awal Maret 2020 lalu karena pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya transaksi ekonomi. Banyak pedagang khususnya di pasar tradisional yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena pendapatan mereka turun drastis. Data dari Dinas Perdagangan Kota Solo di bulan Mei 2020, bahwa transaksi di Kota Solo menurun terus antara 30% hingga 90% sesuai jenis komoditas.

Kondisi tersebut melatarbelakangi Tim Riset dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang diketuai Dr. Sutanto, Prof. Jamal Wiwoho serta beranggotakan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, Dr. Isharyanto dan Tonang Dwi Ardyanto, Ph.D. untuk mencari alternatif solusi mengurangi keterpurukan para pedagang.

Tim mulai menyusun gagasan dan segera mengimplementasikan sistem barter, sistem perdagangan dengan saling bertukar barang. Dasar dari konsep ini adalah ketika transaksi berkurang karena krisis Covid-19 dan jumlah uang beredar adalah tetap, maka agar tidak terjadi inflasi yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan (velocity) uang berpindah tangan. Cara mengurangi velocity uang adalah membuat sistem barter di pasar tradisional dimana pedagang dapat menukarkan komoditasnya dengan Sembako.

Hal itu disampaikan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., MSi. dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, selaku anggota tim riset ini, pada Seminar Riset Daring, Kamis (16/7/2020).

Konsep ini mulai dijalankan pada April-Mei 2020 kepada para pedagang di Pasar Legi Solo. Pedagang sangat antusias karena memang mereka saat itu tidak mendapatkan pemasukan karena penurunan omzet penjualan yang sangat drastis. Dana awal yang didapat Tim dari donatur dalam dan luar negeri dibelikan Sembako dan pedagang melakukan barter dengan barang dagangan mereka, diantaranya pisang, buah, sayur, empon-empon dan lain sebagainya.

“Ketika barang dari pedagang sudah banyak, pada Mei-Juni 2020 Tim sudah menformalkan konsep barter, barang-barang barter dari pedagang mulai diseleksi kualitasnya, diberi petunjuk harga dan dijual online melalui WA Bisnis, facebook, instagram dan aplikasi lainnya. Dan memasuki new normal, kegiatan barter mulai menurun namun pasar penjualan online semakin luas, pedagang banyak mengambil manfaatnya dari penjualan online. Pesanan konsumen semakin meluas tidak hanya barang yang ada di Pasar Legi namun merambah juga barang-barang yang dijual di pasar-pasar lainnya, seperti ikan, ayam dan lainnya,” jelasnya.

Dr. Intan melanjutkan, fokus dari konsep barter itu tidak hanya menopang hidup para pedagang tapi juga mengedukasi tentang protokol kesehatan. Dalam proses menukar barang, pedagang harus belajar mentaati protokol kesehatan, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Dalam menjalankan sistem barter ini, Tim memiliki keterbatasan dalam hal sosialisasi yang kurang masiv dan belum ada kepercayaan dari semua pedagang, mengingat ini adalah hal yang baru buat mereka. Baru sebagian pedagang yang bersedia bergabung dan bekerja sama. Profil pedagang sebagian besar merupakan wanita berusia lebih dari 30 tahun, berpendidikan SMA dan berdagang yang lebih dari 10 tahun.

Keterbatasan lain untuk menjalankan gagasan ini adalah banyak pedagang yang kurang melek teknologi sehingga kurang termotivasi untuk ikut terlibat.

Tim riset tetap optimis sistem perdagangan online akan berkembang di lingkungan pasar tradisional, karena era digitalisasi adalah sesuatu keniscayaan yang tidak bisa dihindarkan. Agar konsep penjualan baru ini bisa berjalan dengan baik, para pedagang perlu mendapatkan lebih banyak edukasi, butuh usaha yang keras untuk memahamkan kepada pedagang agar lebih digital mindset. Juga perlu kerja sama intensif dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas SDM serta kerja sama dari aspek digitalisasi dan pembiayaan. Perlu juga di atur peran pemerintah untuk memberi regulasi barter serta pemberian insentif untuk memacu penjualan online pasar tradisional.

Beberapa manfaat sistem barter yang diterapkan pada pedagang pasar tradisional mampu memperluas jaringan pasar dengan membuat market place bersama secara online. Kemudian mempunyai komoditas hasil barter yang bisa dijual secara online, serta data komoditas beserta daftar harga akan menjadi peluang untuk membuat sistem perdagangan online dimana stok komoditas tetap berada di kios-kios pedagang.

Di akhir paparannya, Dr. Intan menyampaikan, menuju new normal adalah sebuah momentum yang sangat tepat sekali untuk mulai me-rebranding pasar tradisional. Pasar yang semula di_image_kan sebagai tempat kumuh, tidak rapi dan kurang nyaman dapat diubah sebagai pasar yang bersih, rapi dan mengikuti protokol kesehatan serta memiliki keunggulan dan keunikan. Pasar bukan sekadar tempat bertemunya pembeli dan penjual tapi juga tempat yang memberikan kenyamanan sebagai salah satu destinasi wisata dan menjadi edu wisata bagi kenormalan baru. Humas UNS

Reporter: Dwi Hastuti

Suka dengan artikel ini?

Tags :

UPPJ LPPM UNS Siapkan 10 Jurnal UNS agar Terindeks DOAJ

UNS --- Sepuluh jurnal milik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah disiapkan untuk...

Pakar Bahasa UNS Tanggapi Fenomena Trilingual di Media Sosial

UNS --- Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan penggunaan trilingual atau multilingual. Hal...

Kemendes PDTT Secara Simbolis Lepas Mahasiswa Peserta KKN Tematik UNS Membangun Desa

UNS --- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik...

Pusat Studi Difabilitas UNS Adakan Diskusi Angkat Tema Riset Berperspektif Disabilitas

UNS --- Isu disabilitas kian diperhatikan berbagai pihak di Indonesia. Universitas Sebelas Maret...

Pusdemtanas UNS Gelar Seminar Standar Hukum Pelaksanaan Vaksinasi Wabah Penyakit

UNS --- Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional (Pusdemtanas) Lembaga Penelitian dan...

Pemkab Purworejo Terima Mahasiswa KKN Tematik Membangun Desa MBKM UNS

UNS --- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo menerima secara langsung mahasiswa Kuliah Kerja...

KKN Tematik UNS Membangun Desa Diikuti 1.492 Mahasiswa, Rektor UNS: Menjadi Esensi Sekaligus Mandat bagi Mahasiswa

UNS --- Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melepas 1.492 mahasiswa peserta Kuliah Kerja...

Kuatkan Ekosistem Pembayaran Digital, UNS Teken Kerja Sama dengan LinkAja

UNS --- Pandemi Covid-19 memaksa semua pihak untuk mengubah pola kehidupan ke arah digital. Hal...

Fokus Inventarisasi Data Prestasi Mahasiswa, DRAK UNS Gandeng UPT Humas dan Media

UNS --- Dari tahun ke tahun prestasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kian...

Merpati Putih UNS Borong 6 Juara dalam Bandung Lautan Api Championship 3

UNS --- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Merpati Putih Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta...