Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dipercaya oleh pemerintah melalui kerja sama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan HRD Korea dalam membantu penyelenggaraan Ujian Tahap I (EPS-TOPIK) tahun 2016. Kerjasama G to G (Government to Government) Indonesia dan Korea ini dilaksanakan dalam rangka pemberangkatan tenaga kerja Indonesia ke Korea. Kegiatan ini membuka kesempatan bagi para tenaga kerja Indonesia untuk bekerja pada sektor perikanan di Korea melalui seleksi selektif dengan model Sistem Poin EPS (Employement Permit System).

Ujian Tahap I (EPS-TOPIK) dilaksanakam pada Minggu (23/10/2016) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) UNS. Pelaksanaan ujian ini dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pertama di pagi hari dan sesi kedua di siang hari. Peserta tes berjumlah 2049 orang di antaranya terdiri dari kategori perikanan tangkap sebanyak 722 peserta dan kategori budidaya ikan sebanyak 1277 peserta. Peserta ujian yang lolos pada Tahap I (EPS-TOPIK) akan mengikuti Ujian Tahap II (Skill and Competency Test) yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan November mendatang.
Tahun ini, seleksi tenaga kerja Indonesia di sektor perikanan Korea menggunakan model Sistem Poin. Model Sistem Poin Employement Permit System (EPS) oleh pihak Korea akan diberlakukan di empat negara pada tahun 2017. Empat negara tersebut antara lain Philipina, Uzbeskistan, Kyrgykistan, dan Laos. Dalam hal ini Indonesia telah mengawali sistem poin EPS untuk sektor perikanan.
Pelaksanaan tes dengan menggunakan Sistem Poin dimaksud untuk menghindari anak buah kapal yang melarikan diri dari tempat kerja. Untuk itu, pemerintah menentukan persyaratan tambahan dalam tes kali ini. Persyaratan tambahan tersebut terdiri dari bahasa, skill test, dan kompetensi (pengalaman di atas kapal, pengalaman training, dan kursus atau sertifikat yg berkaitan dengan keahlian). Peserta yang memiliki pengalaman kerja maupun lulus dalam suatu pelatihan akan prioritas utama. “Saya berharap kira-kira 1100 peserta dapat lolos dalam ujian ini,” ungkap Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiyantoro.

Menurut Jang Byunghyun, Perwakilan HRD Korea, kerja sama Korea dengan BNP2TKI dan UNS untuk Ujian Tahap I (EPS-TOPIK) telah terlaksana dengan baik. Penyelenggaraan tes berjalan dengan lancar terhindar dari praktik kecurangan keterlibatan joki dan pemalsuan dokumen. Ia berharap kerja sama ini akan terjalin terus menerus sehingga pengiriman tenaga kerja dapat berjalan dengan baik dan peserta semuanya dapat lulus dan bekerja di Korea. Dengan adanya kegiatan ini, komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia, khususnya di sektor perikanan diharapkan dapat terwujud.[](elsa.red.uns.ac.id)
















